Selasa, 10 Maret 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 190
(Foto: Anita Karyati)
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara bersama Binaan Rohani Islam RSUD Koja menggelar Kuliner dan Agrikultur (Kultura Market) di Lobby Plaza RSUD Koja, Jalan Deli, Kelurahan Koja. Kegiatan ini berlangsung mulai 10-13 Maret 2026, pukul 08.00-17.00 WIB setiap harinya.
"Menjaga stabilitas harga dan ketersediaan"
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, Kultura Market juga menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk kepada masyarakat.
"Kultura Market merupakan agenda rutin untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi pelaku UMKM mempromosikan produknya,” ujarnya Selasa (10/3).
Novy menjelaskan, kegiatan ini diikuti empat badan usaha milik daerah (BUMD) sektor pangan, yakni Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perum Bulog DKI Jakarta.
Selain itu, sebanyak 30 Jakpreneur binaan Sudin KPKP Jakarta Utara turut meramaikan bazar dengan berbagai produk olahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan, seperti pempek, tekwan, aneka bakso, kue kering, ikan asin, hingga otak-otak.
"Tidak hanya itu, sebanyak 20 pelaku UMKM binaan RSUD Koja juga turut meramaikan kegiatan tersebut dengan berbagai produk kuliner," terangnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat membantu mengantisipasi potensi gejolak harga serta menjaga ketersediaan stok pangan selama periode hari besar keagamaan nasional.
"Kami mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan Kultura Market. Selain berbelanja kebutuhan pangan, pengunjung juga dapat sekaligus mendukung produk UMKM lokal Jakarta Utara," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Koja, Nuniek Ria Sundari menyambut baik penyelenggaraan bazar Ramadan tersebut karena memberikan manfaat bagi pasien dan keluarga, warga sekitar rumah sakit, serta para pegawai.
"Selain memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan, bazar ini juga membantu menggerakkan roda perekonomian di wilayah Koja dan Jakarta Utara," bebernya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM binaan asal Kelapa Gading Timur, Sugiarti (50) mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia menuturkan berbagai camilan seperti risol, cireng, dan pepes tahu yang banyak diminati pembeli untuk menu berbuka puasa.
"Semua makanan dibuat fresh setiap hari. Kalau sudah habis, besok kami buat lagi. Biasanya yang dicari untuk camilan berbuka puasa," imbuhnya.
Selain berjualan langsung, Sugiarti juga melayani pesanan dalam jumlah tertentu. Dalam setiap kegiatan bazar, ia mengaku mampu meraih omzet lebih dari Rp 500 ribu per hari.
"Semoga kegiatan seperti ini terus digelar karena memberikan peluang bagi kami untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan," tandasnya.