Selasa, 24 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 292
(Foto: Istimewa)
Pemilik bangunan pagar tembok yang roboh ke area SMPN 182 Jakarta, Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan melakukan pembangunan pembatas sementara untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik serta tenaga pendidik.
"Keamanan peserta didik"
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko mengatakan, sesuai kesepakatan sebelumnya, kondisi lokasi sekolah diharapkan sudah kondusif untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah masa libur.
"Kemarin proses KBM sudah mulai normal seperti sebelumnya usai libur. Kondisi lokasi juga sudah rapi ditutup pagar dan banner. Mudah-mudahan perbaikan permanen nantinya dapat segera diselesaikan agar kawasan sekolah semakin tertata," ujarnya, Selasa (24/2).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 182 Jakarta, Narwan menuturkan, pembangunan pagar sementara berjalan dengan baik, diawali dengan pembersihan puing-puing serta pembongkaran sisa tembok oleh pemilik bangunan.
"Pagar sementara sudah dibuat demi keamanan peserta didik karena terdapat saluran di sisi pagar," terangnya.
Selain itu, lanjut Narwan, tanggul yang berada di antara saluran air dan area SMPN 182 Jakarta serta klinik kecantikan di sekitar lokasi juga sedang dibenahi.
"Alhamdulillah, perkembangan terbaru menunjukkan seluruh proses berjalan dengan baik, mulai dari pembersihan puing-puing hingga penataan area," ungkapnya.
Ia mengimbau agar para peserta didik dan tenaga pendidik untuk tidak merasa khawatir saat beraktivitas di lingkungan sekolah.
"Mulai kemarin sudah masuk setelah libur selama satu minggu dan seluruh aktivitas di sekolah berjalan lancar. Akses masuk ke sekolah maupun aktivitas di ruang kelas tidak mengalami kendala," bebernya.
Ia menambahkan, proses mediasi dengan pihak klinik kecantikan turut berjalan kondusif dengan adanya kesepakatan pengembalian kondisi aset sekolah seperti semula. Tidak hanya pembangunan tembok, nantinya juga akan dilakukan penataan taman, ruang piket, serta pemasangan wastafel di area sekolah.
"Kami belum dapat memastikan waktu penyelesaian pembangunan karena dipengaruhi faktor cuaca dan kondisi lainnya. Namun, adanya komitmen penyelesaian ini merupakan langkah positif," tandasnya.