Jumat, 20 Februari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 83
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
20 petugas gabungan mengevakuasi tembok roboh di Jalan Bandengan III, RT 10/10, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.
Tembok yang membatasi area rel kereta api dan kawasan permukiman warga itu roboh pagi tadi bersamaan saat terjadinya hujan deras.
"Kemungkinan roboh akibat pondasi tembok pagar mengalami pergeseran,"
Lurah Pekojan, Sulistiowati memastikan, kejadian tembok roboh ini tidak sampai memicu korban jiwa atau luka-luka. Peristiwa tembok pagar setinggi empat meter dengan panjang 10 meter ini roboh sekitar pukul 04.29 saat belum ada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
"Kemungkinan roboh akibat pondasi tembok pagar mengalami pergeseran dipicu hujan yang turun sejak malam tadi," katanya, Jumat (20/2).
Sulistiowati mengakui, meski tidak menyebabkan korban jiwa maupun luka-luka, kejadian tembok pagar roboh ini mengakibatkan kerugian material. Pihaknya mencatat sejumlah bangunan warung, konter pulsa, agen air mineral dan WC umum serta dua sepeda motor warga tertimpa material tembok.
Menurut Sulistiowati, dalam proses evakuasi material tembok roboh ini, pihaknya mengerahkan 20 petugas gabungan dari unsur PPSU, Satpol PP dan Suku Dinas Gulkarmat. PT KAI selalu pemilik aset juga mengerahkan tim tersendiri.
Ia memprediksi, evakuasi puing dan material tembok roboh ini memakan waktu antara tiga hingga lima hari ke depan. Selama proses pembersihan, petugas akan melakukan penutupan dan pengalihan lalu lintas kendaraan di jalan tersebut.
"Kami mengimbau warga tidak mendirikan bangunan atau lapak tambahan di area rawan longsor dan saluran air karena rawan bencana," tandasnya.