Kamis, 19 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 255
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Penanganan tembok roboh di Jalan Kalibata Timur I, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, terus dikebut. Hingga saat ini, progres penanganannya telah mencapai 80 persen.
"Kemungkinan besar besok sudah rampung"
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko mengatakan, sebelum tembok tersebut roboh pada 24 Desember 2025, pihak SMPN 182 Jakarta yang berbatasan langsung dengan tembok sudah melayangkan surat kepada pemilik rumah terkait kondisi tembok yang miring.
"Surat tersebut juga diketahui oleh lurah setempat. Pemilik rumah berjanji akan memperbaikinya setelah perayaan Imlek. Namun, tembok terlanjur roboh terlebih dahulu," ujarnya, Kamis (19/2).
Sarwoko menjelaskan, pada Minggu (15/2), tembok setinggi 5,3 meter dan sepanjang 64 meter itu roboh dan menimpa pagar serta ruang piket SMPN 182 Jakarta.
"Kami langsung bertemu dengan pemilik rumah. Hasil pertemuan menyepakati bahwa pemilik rumah akan bertanggung jawab memperbaiki bangunan, khususnya bagian SMPN 182 Jakarta, seperti semula," terangnya.
Menurutnya, berdasarkan keterangan pemilik, proses pembersihan puing dan pekerjaan lainnya ditargetkan rampung sebelum peserta didik kembali masuk sekolah pada 23 Februari mendatang.
"Senin depan, kegiatan belajar mengajar pascalibur Imlek dan awal Ramadan kami pastikan berjalan lancar seperti biasa," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Kalibata, Herman menambahkan, dalam proses pembersihan puing reruntuhan tembok, pihaknya membantu dengan mengerahkan 20 personel gabungan dari Pasukan Oranye dan Pasukan Biru setiap hari secara bergantian.
"Ada dua alat berat yang membantu pengerukan puing, satu milik SDA dan satu lagi disewa oleh pemilik rumah," bebernya.
Herman menuturkan, dengan dukungan personel dan alat berat yang bekerja setiap hari, diharapkan proses pembersihan dapat selesai secepatnya. Hal itu penting agar saluran air yang sempat tertimpa reruntuhan tembok dapat kembali berfungsi normal dan tidak memicu genangan saat hujan.
"Memang material bangunan yang roboh cukup banyak. Namun, saat ini progresnya sudah mencapai 80 persen. Jika tidak selesai hari ini, kemungkinan besar besok sudah rampung," tandasnya.