Senin, 23 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 278
(Foto: Reza Pratama Putra)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike optimistis pengembangan Taman Semanggi dapat menjadi ikon baru di ibu kota. Terlebih kawasan Semanggi dinilai strategis dan berpotensi besar untuk memperkuat daya tarik Jakarta, bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Yuke, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menyampaikan bahwa proyek pengembangan akan dimulai dengan perencanaan yang matang. Bahkan, pembangunan dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
"dilakukan dengan perencanaan yang sangat baik,"
“Groundbreaking dilakukan dengan perencanaan yang sangat baik dan tidak menggunakan APBD sama sekali. Kita tentu berharap proyek ini berjalan sesuai rencana dan tahun depan sudah bisa selesai serta dinikmati masyarakat,” ujar Yuke, Senin (23/2).
Ia berharap, kehadiran kawasan tersebut dapat mempercantik wajah kota, menambah ruang publik yang nyaman, sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota global dengan destinasi unggulan.
Menanggapi kekhawatiran soal kepadatan kawasan dan keterbatasan lahan parkir, Yuke menjelaskan bahwa konsep pengembangan Taman Semanggi lebih diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi umum. Meski demikian, penyediaan kantong parkir tetap menjadi hal yang perlu dipikirkan.
“Bisa saja dibuat kantong parkir atau bekerja sama dengan gedung-gedung di sekitar lokasi. Jadi masyarakat tetap bisa mengakses kawasan tersebut, baik dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi,” jelasnya.
Yuke pun mendorong agar akses menuju kawasan tersebut dibuat nyaman, mulai dari trotoar yang tertata hingga konektivitas transportasi yang baik. Dengan demikian, masyarakat akan lebih terdorong menggunakan transportasi publik.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan Semanggi diharapkan dapat melengkapi penataan yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan pengelolaan yang lebih maksimal, Taman Semanggi tersebut diyakini mampu menjadi salah satu ikon baru Jakarta.
“Kalau aksesnya nyaman, orang tentu akan lebih memilih transportasi umum. Jadi meskipun parkir agak jauh, tidak menjadi masalah selama jalannya enak dan tertata,” tandasnya.