Jumat, 20 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 298
(Foto: Andri Widiyanto)
Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 menilai kinerja satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menunjukkan arah positif terhadap pelestarian budaya serta pemberdayaan masyarakat Betawi.
"Ruang bagi masyarakat Betawi"
Ketua Bamus Betawi, Riano P Ahmad mengapresiasi berbagai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menghadirkan identitas budaya Betawi di lingkungan pemerintahan.
Menurutnya, perhatian terhadap pelestarian budaya kini semakin terlihat dalam berbagai kegiatan resmi di Balai Kota. Contohnya, penggunaan seragam Ujung Serong saat pelantikan pejabat, serta penyajian kuliner khas Betawi seperti bir pletok bagi tamu yang hadir.
"Hal ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberi ruang bagi masyarakat Betawi menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri," ujarnya, Jumat (20/2).
Riano menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yang mengukuhkan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama yang wajib dilestarikan dan diarusutamakan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Pak Pram dan Pak Rano telah menunjukkan keseriusan dalam menjalankan amanah itu," terangnya.
Riano berharap, berbagai program yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan agar budaya Betawi mampu bersaing dan sejajar dengan budaya lain.
"Pengenalan budaya Betawi kepada generasi Z dan generasi Alpha menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya Jakarta," ungkapnya.
Riano mengapresiasi rencana terobosan Pemprov DKI Jakarta, seperti pembangunan patung pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin dalam skala lebih besar, pembangunan gapura atau penanda masuk Jakarta dengan ornamen khas Betawi, serta kewajiban penggunaan ornamen Betawi di gedung pemerintahan.
"Penguatan kurikulum Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) di sekolah juga menjadi langkah strategis. Jarang ditemukan pemimpin yang memiliki kepedulian sedalam ini terhadap masyarakat Betawi," ucapnya.
Riano mengimbau seluruh warga Jakarta, khususnya masyarakat Betawi untuk turut mendukung dan mengawal pembangunan yang sedang berjalan.
"Mari bersama-sama memanfaatkan ruang yang telah diberikan pemerintah agar masyarakat Betawi dapat maju sesuai kompetensinya. Kepedulian pemerintah, mulai dari hal kecil hingga besar, sangat layak diapresiasi," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Bamus Suku Betawi 1982, Zainuddin atau akrab disapa Haji Oding menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai dalam satu tahun kepemimpinan Pram dan Rano Karno terlihat komitmen kuat dalam mengedepankan budaya Betawi di setiap kegiatan pemerintahan, mulai dari tingkat wilayah hingga provinsi.
"Pagelaran budaya Betawi kini semakin digerakkan dan memberi warna dalam kehidupan Jakarta. Kebijakan yang diambil menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memajukan budaya, memelihara tradisi, serta mengembangkan adat istiadat masyarakat Betawi," tandasnya.