Pegiat Bangunan Cagar Budaya Ingatkan Budaya Betawi Perkuat Identitas Jakarta

Senin, 16 Februari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: 730

Bangunan betawi doc

(Foto: Doc)

Praktisi sekaligus Pegiat Bangunan Cagar Budaya (BCB) Betawi menilai Jakarta perlu mempertegas identitas kota melalui penguatan kearifan lokal, khususnya budaya Betawi.

Hal ini dinilai penting untuk mempertegas identitas menjelang Jakarta mengalami perubahan status dari ibu kota negara menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional.

"Upaya ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah,"

Arsitek Praktisi dan Pegiat Bangunan Cagar Budaya Betawi, Ar. Dorri Herlambang menekankan, pentingnya menghadirkan estetika tradisional dalam wajah kota modern.

Menurut Dorri, jauh sebelum menjadi ibu kota, Jakarta telah berperan sebagai kota global yang terbuka bagi pendatang dari berbagai negara.

"Keterbukaan tersebut membawa kemajuan signifikan dibandingkan wilayah Nusantara lainnya. Namun, di balik perkembangan itu, nilai-nilai lokal justru kerap terabaikan dan dianggap sebagai penghambat modernisasi," ujarnya, Senin (16/2).

Dorri menerangkan, setelah masa kemerdekaan, status ibu kota dinilai kurang menguntungkan bagi warga asli Jakarta, kaum Betawi.

Program pembangunan yang masif menyebabkan peminggiran, baik secara fisik maupun sosial budaya, atas nama pluralitas dan kemajuan, kebudayaan Betawi cenderung tidak ditampilkan secara dominan dalam ruang publik.

Ia menegaskan, arsitektur merupakan bagian penting dari suatau produk kebudayaan. Karena itu, sudah semestinya unsur arsitektur Betawi mendapatkan porsi yang lebih layak dalam perencanaan kota.

Terlebih saat Jakarta bersiap memasuki babak baru, tampilan estetik warisan leluhur Betawi di ruang publik menjadi hak budaya yang patut diperjuangkan. Meski demikian, Dorri mengakui penerapan ornamen tradisional pada kota besar tidaklah sederhana.

Dorri mengakui, dibutuhkan pertimbangan proporsional agar ragam hias Betawi dapat menyatu dengan bangunan modern yang berukuran jauh lebih besar. Ornamen tersebut harus mampu berkelindan dengan elemen estetika kota tanpa kehilangan makna budaya.

Ia menjelaskan terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan. Pertama, pendekatan literal dengannmenerapkan bentuk asli ornamen arsitektur Betawi melalui penyesuaian skala terhadap dimensi bangunan modern. Kedua pendekatan simbolik dengan menghadirkan interpretasi artistik dari ragam hias Betawi tanpa menghilangkan nilai filosofisnya.

“Kunci keberhasilan ada pada kemampuan arsitek memadukan unsur tradisional dan modern secara harmonis, sehingga keduanya tidak saling mendominasi dan tetap nyaman dipandang,” terangnya.

Selain itu, Dorri juga menilai sejumlah bangunan dan infrastruktur perlu menjadi prioritas dalam penerapan ornamen Betawi, terutama yang dimiliki dan dikelola pemerintah daerah. Di antaranya kantor pemerintahan dari tingkat provinsi hingga kelurahan, fasilitas sosial dan umum seperti terminal, stasiun, halte, pasar, puskesmas, rumah sakit, RPTRA, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), underpass, jembatan, hingga gapura dan batas wilayah.

Kemudian, sektor hospitalitas dan pariwisata, termasuk hotel, penginapan, tempat rekreasi dan restoran juga didorong mengadopsi ragam hias Betawi sebagai bagian dari penguatan karakter kota.

Melalui langkah tersebut, Jakarta diharapkan tidak hanya tampil sebagai kota metropolitan yang modern, tetapi juga memiliki identitas kuat yang berakar pada budaya lokal.

"Upaya ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan masyarakat asli yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan kota," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Sarana jaya gery ist3

Sarana Jaya Perkuat Pelestarian Budaya Betawi di Ruang Publik Perhotelan

Kamis, 12 Februari 2026 766

 Bawaslu DKI Gelar Rapat Koordinasi Bersama Pegiat Pemilu

Bawaslu DKI Serap Masukan Pegiat Pemilu

Kamis, 06 Februari 2025 1836

Gubernur pramono apel k3 ppkd jaktim rezap2

Pramono Tekankan Pentingnya Penguatan Budaya Keselamatan Kerja

Senin, 09 Februari 2026 770

BERITA POPULER
IMG 20260711 WA0001

Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

Sabtu, 11 Juli 2026 7287

Pramono COJ 2026 rezap

Pramono Dukung Color of Jakarta, Potret Jejak Pembangunan Kota

Selasa, 07 Juli 2026 6528

Sosialisasi pergub rezap

Pramono Sebut Transparansi Perizinan Jadi Kunci Jakarta Kota Global

Selasa, 07 Juli 2026 6082

Pameran 100 Tahun Ali Sadikin bilal

Peringatan 100 Tahun, Pemprov DKI Komitmen Lanjutkan Legasi Ali Sadikin

Selasa, 07 Juli 2026 6012

IMG 20260713 WA0036

SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

Senin, 13 Juli 2026 1297

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks