DLH DKI Pastikan SPKU RDF Plant Rorotan Sedang Jalani Kalibrasi Lapangan

Minggu, 01 Februari 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 955

Rdf rorotan operasional rdf

(Foto: Istimewa)

Sistem Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, tidak dimatikan. 

Rumor yang beredar di masyarakat terkait penghentian alat pemantau kualitas udara dipastikan tidak benar.

Penguatan teknologi dan kehati-hatian lingkungan adalah prinsip utama kami

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan, SPKU di sekitar fasilitas RDF Plant Rorotan, Cilincing, tengah menjalani uji kolokasi atau kalibrasi lapangan untuk memastikan data kualitas udara dan kebauan yang dihasilkan akurat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Tidak ada pemadaman atau penghentian pemantauan. Yang dilakukan adalah proses kalibrasi lapangan agar sensor membaca kondisi lingkungan secara tepat dan tidak menimbulkan salah tafsir terhadap data mentah,” kata Asep seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Minggu (1/2). 

Ia menjelaskan, uji kolokasi merupakan tahapan teknis yang lazim dilakukan pada sistem pemantauan kualitas udara, terutama pada teknologi baru.

"Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bias sensor akibat karakter lingkungan setempat, termasuk pengaruh wilayah pesisir," jelasnya. 

Sejak akhir Desember 2025, lanjut Asep, DLH DKI Jakarta telah memasang delapan unit SPKU di sekitar RDF Plant Rorotan. Ke delapan SPKU dilengkapi sensor pemantauan kebauan ambien dengan parameter antara lain amoniak, hidrogen sulfida, metil merkaptan, metil sulfida, dan stirena.

"Sistem ini menjadi yang pertama di Indonesia yang secara khusus dilengkapi sensor pengukur kebauan ambien. Dalam proses uji kolokasi, DLH DKI melakukan pengambilan sampel kebauan ambien secara terstandardisasi, kemudian mengujinya di laboratorium terakreditasi," paparnya. 

Ia memaparkan, hasil laboratorium selanjutnya dibandingkan dengan data pembacaan SPKU untuk penyempurnaan sistem sebelum data ditampilkan secara penuh kepada publik.

“Data kebauan tidak bisa dibaca sebagai satu angka tunggal. SPKU berfungsi sebagai early warning system dan alat membaca tren perubahan kualitas udara dari waktu ke waktu, bukan untuk menarik kesimpulan instan,” tuturnya. 

Ia menambahkan, klarifikasi ini penting untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik. Senyawa kebauan tertentu dapat berasal dari berbagai sumber, baik aktivitas darat maupun latar belakang alami pesisir, dengan intensitas yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca, terutama pada malam hari.

DLH DKI Jakarta menegaskan komitmen untuk terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan, mengevaluasi operasional RDF Plant Rorotan secara bertahap serta menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka dan berbasis data ilmiah.

“Penguatan teknologi dan kehati-hatian lingkungan adalah prinsip utama kami. RDF Plant Rorotan dibangun sebagai solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab bagi Jakarta untuk menghindari krisis pengelolaan sampah seperti di daerah lain,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
TJ Kelola Angkutan Laut jati

Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 2110

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 1232

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 636

Water mist rasuna said tiyo

Sudin LH Jaksel Semprot Water Mist di Dua Ruas Jalan

Jumat, 04 September 2026 1035

Warga Diimbau Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau

Warga Diimbau Tidak Panik dan Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 608

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks