Kamis, 22 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 139
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 2.003 usulan yang dihimpun dari 457 Rukun Warga (RW), Kamis (22/1), dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Jakarta Utara. Usulan tersebut terdiri atas 1.639 usulan fisik dan 364 usulan barang.
"Memastikan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat."
Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan mengatakan, Musrenbang merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjalankan perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Menurut Fred, Musrenbang ini juga menjadi sarana menyelaraskan ribuan usulan warga sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027.
“Kita ingin memastikan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Pada forum ini, setiap kecamatan memaparkan usulan prioritasnya untuk dibahas lebih lanjut di tingkat provinsi,” ujarnya, saat membuka Sidang Pleno Musrenbang Kecamatan 2026 yang digelar secara hybrid dari lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Utara
Fredy mengungkapkan, sejumlah persoalan krusial menjadi perhatian dalam Musrenang ini, di antaranya penanganan banjir dan rob, kepadatan penduduk, penataan kawasan pesisir, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Karakteristik Jakarta Utara sangat unik dan tantangannya kompleks. Kita baru saja menghadapi genangan tinggi beberapa waktu lalu. Karena itu, program yang diusulkan harus terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” tegasnya.
Fredy mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD dan Dewan Kota, untuk mengawal usulan warga agar tidak berjalan parsial. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu melahirkan solusi pembangunan yang berkelanjutan.
“Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Mari kita kedepankan semangat kebersamaan demi terwujudnya Jakarta Utara yang maju, tangguh, dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, menyoroti sejumlah isu penting di Jakarta Utara, mulai dari infrastruktur jalan, pemanfaatan energi terbarukan, hingga penanganan banjir.
“Kami berharap forum ini dapat menghasilkan program kerja yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta Utara melalui sinergi lintas sektor,” tandasnya.