Optimalisasi E-Reses Mengemuka saat Monev Hasil Reses Komisi D

Selasa, 20 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1090

Komisi D DPRD DKI Jakarta dan eksekutif menggelar rapat kerja monev hasil reses APBD 2025

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Komisi D DPRD DKI Jakarta dan eksekutif menggelar rapat kerja monitoring dan evaluasi (monev) hasil reses APBD 2025 serta rencana realisasi APBD 2026 dengan membahas efektivitas sistem pelaporan aspirasi warga serta berbagai kendala realisasi di lapangan.

"kita bisa mengetahui pengaduan masyarakat itu sudah diproses atau belum,"

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menekankan pentingnya optimalisasi sistem e-Reses agar pengaduan warga dapat dipantau secara jelas, mulai dari status proses, waktu realisasi, hingga kendala yang dihadapi di lapangan.

Menurut Yuke, masih ditemukan kendala dalam penginputan dan klasifikasi laporan reses, termasuk ketidakjelasan status aset yang menyebabkan warga tidak dapat menikmati fasilitas publik meski telah membayar pajak.

“Yang terpenting dari monev ini adalah kita bisa mengetahui pengaduan masyarakat itu sudah diproses atau belum, kapan direalisasikan, dan kalau belum bisa, apa kendalanya? Informasi itulah yang ingin kita sampaikan kembali kepada masyarakat,” ujar Yuke, Selasa (20/1).

Ia menilai, diperlukan solusi bersama agar warga tidak dirugikan. Selain itu, Yuke mendorong dinas terkait untuk lebih aktif menyampaikan perkembangan penanganan pengaduan kepada warga.

Ke depan, Yuke berharap, ditemukan format pelaporan yang lebih tepat dan seragam sehingga aspirasi warga dari hasil reses dapat direkap dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat. Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi aktif dari dinas agar tidak muncul anggapan bahwa pengaduan warga diabaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Yuke turut mengapresiasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang telah bekerja ekstra di tengah tingginya curah hujan di Jakarta.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan mitigasi banjir dalam beberapa bulan ke depan sesuai dengan prediksi cuaca dari BMKG.

“Kalau memang kendalanya terkait anggaran, tentu akan kita diskusikan bersama untuk menentukan skala prioritas,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Idris menyampaikan bahwa reses dewan menjadi satu-satunya sarana formal penyerapan aspirasi warga karena anggota parlemen Kebon Sirih tidak memiliki pokok pikiran (pokir).

Ia menambahkan bahwa masih terdapat sejumlah wilayah yang belum tersentuh pembangunan akibat persoalan status aset dan lemahnya realisasi usulan Musrenbang.

“Sebab itu, kami mendorong Pemprov DKI  mencari solusi agar pembangunan tetap dapat dilaksanakan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Rano Ungkap DKI akan Gelar Event Besar Sambut Imlek 2026

DKI Bakal Gelar Event Besar Sambut Imlek 2026

Selasa, 20 Januari 2026 884

Saluran Air di Jalan Kebon Kacang 43 Dinormalisasi

Normalisasi Saluran Jl Kebon Kacang 43 Rampung Akhir Februari

Selasa, 20 Januari 2026 539

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

OMC Dibutuhkan untuk Tekan Risiko Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 1191

Ima Mahdiah memimpin pelaksanaan rapat paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Pandangan Umum Fraksi DPRD DKI Terhadap Raperda P4GN dan RPIP

Senin, 19 Januari 2026 1504

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2493

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1200

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 958

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 507

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1101

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks