Optimalisasi E-Reses Mengemuka saat Monev Hasil Reses Komisi D

Selasa, 20 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1186

Komisi D DPRD DKI Jakarta dan eksekutif menggelar rapat kerja monev hasil reses APBD 2025

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Komisi D DPRD DKI Jakarta dan eksekutif menggelar rapat kerja monitoring dan evaluasi (monev) hasil reses APBD 2025 serta rencana realisasi APBD 2026 dengan membahas efektivitas sistem pelaporan aspirasi warga serta berbagai kendala realisasi di lapangan.

"kita bisa mengetahui pengaduan masyarakat itu sudah diproses atau belum,"

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menekankan pentingnya optimalisasi sistem e-Reses agar pengaduan warga dapat dipantau secara jelas, mulai dari status proses, waktu realisasi, hingga kendala yang dihadapi di lapangan.

Menurut Yuke, masih ditemukan kendala dalam penginputan dan klasifikasi laporan reses, termasuk ketidakjelasan status aset yang menyebabkan warga tidak dapat menikmati fasilitas publik meski telah membayar pajak.

“Yang terpenting dari monev ini adalah kita bisa mengetahui pengaduan masyarakat itu sudah diproses atau belum, kapan direalisasikan, dan kalau belum bisa, apa kendalanya? Informasi itulah yang ingin kita sampaikan kembali kepada masyarakat,” ujar Yuke, Selasa (20/1).

Ia menilai, diperlukan solusi bersama agar warga tidak dirugikan. Selain itu, Yuke mendorong dinas terkait untuk lebih aktif menyampaikan perkembangan penanganan pengaduan kepada warga.

Ke depan, Yuke berharap, ditemukan format pelaporan yang lebih tepat dan seragam sehingga aspirasi warga dari hasil reses dapat direkap dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat. Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi aktif dari dinas agar tidak muncul anggapan bahwa pengaduan warga diabaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Yuke turut mengapresiasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang telah bekerja ekstra di tengah tingginya curah hujan di Jakarta.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan mitigasi banjir dalam beberapa bulan ke depan sesuai dengan prediksi cuaca dari BMKG.

“Kalau memang kendalanya terkait anggaran, tentu akan kita diskusikan bersama untuk menentukan skala prioritas,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Idris menyampaikan bahwa reses dewan menjadi satu-satunya sarana formal penyerapan aspirasi warga karena anggota parlemen Kebon Sirih tidak memiliki pokok pikiran (pokir).

Ia menambahkan bahwa masih terdapat sejumlah wilayah yang belum tersentuh pembangunan akibat persoalan status aset dan lemahnya realisasi usulan Musrenbang.

“Sebab itu, kami mendorong Pemprov DKI  mencari solusi agar pembangunan tetap dapat dilaksanakan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Rano Ungkap DKI akan Gelar Event Besar Sambut Imlek 2026

DKI Bakal Gelar Event Besar Sambut Imlek 2026

Selasa, 20 Januari 2026 974

Saluran Air di Jalan Kebon Kacang 43 Dinormalisasi

Normalisasi Saluran Jl Kebon Kacang 43 Rampung Akhir Februari

Selasa, 20 Januari 2026 653

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

OMC Dibutuhkan untuk Tekan Risiko Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 1331

Ima Mahdiah memimpin pelaksanaan rapat paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Pandangan Umum Fraksi DPRD DKI Terhadap Raperda P4GN dan RPIP

Senin, 19 Januari 2026 1609

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 35948

6.Akses masuk kawasan wisata Ancol gratis sambut HUT Jakarta

Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

Kamis, 05 November 2026 18187

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 5240

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3890

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 2670

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks