Dewan Sambut Baik Rapat Khusus Evaluasi Hasil Reses

Kamis, 22 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 509

Komisi D DPRD DKI Jakarta saat rapat kerja monitoring dan evaluasi dengan eksekutif

(Foto: Istimewa)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hasil Reses APBD 2025 serta Rencana Realisasi Anggaran APBD 2026.

"Kami menyambut baik forum seperti ini,"

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengatakan, rapat tersebut bertujuan memastikan aspirasi warga di daerah pemilihan (Dapil) anggota dewan dapat terpantau secara langsung.

Menurutnya, keterbatasan anggaran dan belum optimalnya sistem pemantauan masih menjadi kendala utama dalam merealisasikan hasil reses.

Meski demikian, ia mengapresiasi pelaksanaan rapat monev karena membuka ruang dialog antara DPRD dan perangkat daerah untuk memetakan hambatan di lapangan.

“Ini rapat khusus untuk mengevaluasi hasil reses dan baru kali ini dilakukan. Kami menyambut baik forum seperti ini karena dewan bisa memantau langsung kendala dalam merealisasikan aspirasi masyarakat,” ujar Yuke, Kamis (22/1).

Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta sejatinya telah memiliki sejumlah sistem digital, seperti e-Reses, e-Musrenbang, hingga e-Monev. Namun, sistem-sistem tersebut masih perlu disempurnakan agar proses pengajuan hingga realisasi aspirasi dapat dipantau secara jelas dan transparan.

“Kami ingin mengetahui tahapan usulan itu sudah sampai mana, apakah diproses atau ditolak, apa alasan penolakannya, dan jika direalisasikan kapan waktunya. Informasi ini penting, tidak hanya bagi dewan, tetapi juga bagi masyarakat,” jelasnya.

Yuke menambahkan, berbagai masukan yang muncul dalam rapat telah dicatat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menjadi bahan evaluasi bersama komisi-komisi lain.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, masih terdapat sejumlah kendala teknis yang menyebabkan sebagian aspirasi reses belum terealisasi. Kendala tersebut antara lain berkaitan dengan aset yang bukan milik Pemprov DKI, lokasi usulan yang tidak jelas, hingga pengisian data yang belum sesuai format.

“Kadang judul usulannya terlalu singkat, titik lokasinya tidak jelas, atau alokasinya kurang rinci. Hal ini tentu menyulitkan perangkat daerah dan Bappeda dalam memprosesnya,” ungkap Yuke.

Ke depan, Yuke menegaskan bahwa Komisi D akan melakukan evaluasi internal, khususnya dalam proses penginputan hasil reses. Ia berharap, data yang lebih lengkap dan terarah dapat mempermudah perangkat daerah dalam merealisasikan aspirasi masyarakat secara tepat sasaran.

“Melalui forum ini, kami jadi tahu apa saja yang perlu dibenahi dan akan kami evaluasi ke depan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Bus sekolah ramah disabilitas

Peluncuran 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas Diapresiasi

Rabu, 21 Januari 2026 645

Disdik menerbitkan SE Nomor e-0001/SE/2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah

Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah Minimalisasi Distraksi Digital

Rabu, 21 Januari 2026 1358

Komisi E DPRD DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Monev Hasil Reses

Komisi E Tekankan Pentingnya Pembaruan Informasi Proges Usulan Reses

Selasa, 20 Januari 2026 1101

Komisi D DPRD DKI Jakarta dan eksekutif menggelar rapat kerja monev hasil reses APBD 2025

Optimalisasi E-Reses Mengemuka saat Monev Hasil Reses Komisi D

Selasa, 20 Januari 2026 863

BERITA POPULER
Kebakaran sunter agung anita

Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

Rabu, 13 Mei 2026 9716

IMG 20260516 WA0000

Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

Sabtu, 16 Mei 2026 5066

Pemeriksaan kesehatan otoy

Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

Senin, 18 Mei 2026 1645

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

Selasa, 12 Mei 2026 3781

Sterilisasi kucing otoy

Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

Jumat, 15 Mei 2026 2012

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks