Rabu, 21 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Andry 88
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar melalukan Kick Off Sidang Pleno Rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan di lingkungan kantornya.
"Ketelitian dalam penginputan data,"
Anwar mengatakan, musrenbang ini sangat perlu dilakukan setiap tahunnya secara rutin guna menjaring kebutuhan masyarakat dalam rangka melaksanakan pembangunan yang merata dan sesuai dengan kebutuhan publik.
"Sebagai aparat pemerintah, kita wajib mengawal proses ini mulai dari tingkat Rembuk RW, kelurahan, kecamatan, kota hingga provinsi. Hal ini penting untuk memastikan program-program yang dicanangkan atau dimasukkan ke dalam sistem template dapat dilaksanakan dengan baik," ujarnya, Rabu (21/1).
Ia menuturkan, seluruh rangkaian ini bagian dari prinsip perencanaan bottom-up dan bukan hanya bersifat top-down. Di mana, penegasannya terkait penginputan data usulan yang harus benar atau jangan salah tujuan.
"Salah satu perhatian utama saya adalah ketelitian dalam penginputan data. Jangan sampai terjadi kesalahan teknis, misalnya tumpang tindih antara tugas Bina Marga dan SDA," bebernya.
Anwar menginstruksikan kepada para pejabat teknis untuk hadir langsung saat survei lapangan. Sehingga, tidak ada kesalahan dalam penentuan volume maupun lokasi kegiatan hanya karena pejabat terkait tidak mendampingi proses verifikasi.
"Pastikan satuan, lokasi dan urgensi kegiatan sesuai perencanaan awal. Karena, musrenbang ini harus sejalan dengan program Pemprov DKI Jakarta yang telah menetapkan delapan isu strategis pembangunan daerah," ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kasubanppeda Jakarta Selatan, Hera Lidiawati menjelaskan, dari data per 17 Januari 2026, sebanyak 571 RW dari 575 RW telah melakukan input aspirasi warga.
Di mana, lanjut Hera, terdapat sebanyak 2.535 usulan yang terdiri dari 2.137 usulan fisik dan 398 usulan barang yang telah diajukan masing-masing RW kepada UKPD terkait.
"Kalau melihat usulannya, Bina Marga dan SDA tetap menjadi yang terbanyak dalam pelaksanaan musrenbang. Di Jakarta Selatan sendiri untuk Bina Marga ada 860 usulan, sementara SDA 680 usulan," terangnya.
Hera meminta, para camat dan lurah untuk memaksimalkan pelaksanaan musrenbang di tingkatnya masing-masing. Terutama, dalam pemilihan usulan prioritas yang harus ditangani dengan segera.
"Saya harap semua ikut bersama-sama mensukseskan musrenbang tahun ini, terlebih Jakarta menuju kota global yang syarat akan pembangunan kotanya," tandasnya.