Kamis, 22 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 202
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta Pemprov DKI terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di ibu kota. Tak hanya itu, pentingnya koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan antisipasi banjir juga dinilai penting, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
"Antisipasi itu kuncinya koordinasi,"
Menurut Yuke, langkah mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan cuaca secara berkala, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga sinergi antarperangkat daerah.
“Antisipasi itu kuncinya koordinasi. Mulai dari BPBD, Dinas SDA, Dinas Lingkungan Hidup, Bina Marga, hingga pemerintah kota. Semua harus bergerak bersama dan cepat saat terjadi kejadian di lapangan,” ujar Yuke, Kamis (22/1).
Ia menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga kejelasan komando agar penanganan banjir tidak berjalan sendiri-sendiri. Penanganan banjir, sambung Yuke, harus bersifat lintas sektoral tanpa ego sektoral.
Selain itu, Yuke mengingatkan agar seluruh petugas di lapangan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Ia menilai, keselamatan petugas harus menjadi prioritas agar tidak menimbulkan risiko baru dalam proses penanganan bencana.
“Petugas jangan sampai berniat membantu, tetapi justru membahayakan diri sendiri karena peralatannya tidak lengkap. Ini juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengerukan kali dan sungai secara berkala guna meningkatkan daya tampung air. Meski demikian, Yuke mengakui masih terdapat kendala di lapangan, seperti lokasi yang sulit dijangkau alat berat atau potensi longsor di sekitar tanggul.
“Selama masih memungkinkan dan aman, pengerukan tetap dilakukan. Ini merupakan upaya normatif yang memang harus rutin,” jelasnya.
Yuke menilai, secara umum berbagai langkah mitigasi banjir telah diupayakan secara maksimal. Namun, ia menegaskan bahwa faktor alam, seperti curah hujan ekstrem, tetap perlu disikapi dengan kesiapsiagaan bersama.
Ia pun mendorong edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, agar lebih siap menghadapi potensi bencana.
“Masyarakat harus siap, termasuk menyiapkan tas siaga bencana, mengamankan dokumen penting, dan kendaraan. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai langkah antisipasi,” ucapnya.
Ditambahkan Yuke, kesiapsiagaan menjadi semakin penting mengingat kondisi cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di berbagai wilayah lain. Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat meminimalkan dampak banjir ke depan.
“Yang terpenting kita siap, saling mengingatkan, dan menjaga kesehatan,” tandasnya.