Senin, 19 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 446
(Foto: Nurito)
Sebanyak 1.000 peserta mengikuti seleksi pelatihan Bahasa Jepang yang diselenggarakan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
"Pendaftar mencapai lebih dari 1.000 orang"
Proses seleksi yang dilaksanakan di ruang serbaguna PPKPI tersebut sempat ditinjau Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno bersama Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.
Kunjungan ini menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan kerja berbasis kebutuhan global.
Kepala PPKPI Pasar Rebo, Siti Jamharoh, menjelaskan, pelatihan Bahasa Jepang ini merupakan program perdana yang diselenggarakan di PPKPI. Sebelumnya, PPKPI hanya membuka pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Korea. Meski baru pertama kali dibuka, animo masyarakat ternyata sangat tinggi.
Menurutnya, pelatihan ini digelar sebagai respons terhadap tingginya minat masyarakat untuk mempelajari Bahasa Jepang sekaligus peluang kerja yang terbuka luas di negara tersebut.
"Jumlah pendaftar mencapai lebih dari 1.000 orang. Kami akan lakukan proses seleksi dilakukan selama tiga hari dengan pembagian tiga sesi setiap harinya," ujarnya, Senin (19/1).
Siti menjelaskan, dari 1.000 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 20 orang yang akan terpilih untuk mengikuti pelatihan Bahasa Jepang selama 72 hari atau sekitar tiga bulan.
"Tahun ini kami menargetkan sebanyak 1.290 peserta untuk seluruh kejuruan," ungkapnya.
Siti menambahkan, peserta yang dinyatakan lulus pelatihan nantinya akan dipersiapkan untuk bekerja di Jepang. Saat ini, penawaran kerja di Jepang sangat beragam, mulai dari sektor otomotif, kuliner, perhotelan hingga bidang lainnya.
"InsyaAllah yang lulus tahun ini akan diberangkatkan untuk bekerja di Jepang," bebernya.
Sementara itu, salah seorang peserta seleksi, Michael Johan Tomatala (34) mengaku sangat termotivasi mengikuti pelatihan ini karena bercita-cita bekerja di Jepang.
"Sejak dulu saya menyukai film animasi Jepang dan muncul keinginan kuat untuk bisa bekerja di sana. Mudah-mudahan impian ini bisa terwujud," ucapnya.
Warga Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara ini menuturkan, seleksi hari pertama meliputi tes psikologi dan matematika.
"Semoga saya bisa lolos seleksi dan bisa bekerja di Jepang dengan penghasilan yang lebih naik agar bisa meningkatkan Perekonomian keluarga," tandasnya.