Kamis, 15 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 134
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat meminta warga untuk memaksimalkan penyampaian usulan dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026.
"Masih jauh dari yang kita harapkan"
Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim mengatakan, saat ini capaian input aspirasi warga masih rendah. Berdasarkan rekapitulasi progres input aspirasi warga yang disampaikan oleh Subanppeda, hingga saat ini baru tercapai 24,29 persen atau sebanyak 714 usulan.
"Capaian ini masih jauh dari yang kita harapkan. Saya meminta para lurah dan camat untuk memantau, mengawal, serta mempercepat proses input aspirasi warga yang dilakukan oleh para ketua RW dengan pendampingan dari masing-masing pendamping," ujarnya, Kamis (15/1).
Firmanudin menjelaskan, dengan sisa waktu input yang hanya dua hari, seluruh unsur di wilayah diminta berperan aktif agar pemanfaatan Musrenbang sebagai sarana penyerapan aspirasi warga dapat mencapai 100 persen pada hari Jumat.
"Intinya, saya meminta semua pihak memastikan pelaksanaan Musrenbang tahun ini lebih baik dari tahun lalu, baik dari sisi penyelenggaraan maupun dari kualitas usulan yang disampaikan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Subanppeda Jakarta Barat, Agus Sanyoto menambahkan, berdasarkan data terkini, dari total 590 RW di Jakarta Barat, baru 209 RW yang telah menginput aspirasi warganya.
"Dari jumlah tersebut, telah terjaring sebanyak 714 usulan kegiatan. Jumlah ini masih dirasa kurang, mengingat sisa waktu tahapan hanya dua hari lagi hingga hari Jumat mendatang," bebernya.
Agus merinci, kecamatan dengan jumlah input usulan tertinggi adalah Kecamatan Palmerah dengan 176 usulan, disusul Kecamatan Tambora sebanyak 157 usulan, dan Kecamatan Kebon Jeruk berjumlah 121 usulan.
Ia memaparkan, mekanisme penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2026 memiliki perbedaan dibandingkan Musrenbang Tahun 2025. Salah satu perbedaannya adalah proses penjaringan aspirasi warga pada tahap Rembuk RW yang sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing RW.
"Dalam pedoman yang berlaku, proses input aspirasi warga dilaksanakan pada pekan pertama dan kedua Januari 2026," ucapnya.
Ia meminta agar usulan yang disampaikan benar-benar merupakan skala prioritas lingkungan. Sehingga, betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
"Mudah-mudahan seluruh rangkaian penyelenggaraan Musrenbang hingga tahap akhir dapat berjalan maksimal agar warga merasa puas dengan hasil usulan mereka," tandasnya.