Rabu, 21 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Andry 218
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Edukasi gizi seimbang mewarnai peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tingkat Kota Jakarta Selatan di SMPN 86 Jakarta, Cilandak Barat, Cilandak.
"Siswa dapat lebih cerdas dalam memilih dan mengonsumsi makanan bergizi,"
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono mengatakan, HGN yang diinisasi Suku Dinas Kesehatan ini dilaksanakan serentak di 15 sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK. Salah satu titik lokasinya di SMPN 86 Jakarta.
"Melalui edukasi dan pendampingan ini, diharapkan siswa dapat lebih cerdas dalam memilih dan mengonsumsi makanan bergizi," ujarnya, Rabu (21/1).
Selain itu, lanjut Tomy, pada HGN ini, guru juga diminta berperan dalam membimbing perilaku hidup sehat di sekolah dan untuk orang tua dapat memperkuat praktik gizi baik di lingkungan rumah.
"Dengan sinergi ini, diharapkan cita-cita Indonesia Emas pada 2045 dapat tercapai sebagaimana yang diprogramkan pemerintah pusat. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar," ucapnya.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri menuturkan, edukasi mengenai gizi, terutama bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan merupakan tugas bersama dari berbagai lintas sektoral.
"Gizi merupakan isu yang sangat penting dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait asupan nutrisi yang memerlukan perhatian lebih. Maka itu, di HGN ini kami fokuskan untuk memberikan edukasi gizi, terutama mengenai bahaya jajanan yang bukan lagi kategori makanan utuh yang banyak beredar di masyarakat," bebernya.
Debi menyebutkan, dengan tema Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045, para pelajar diharapkan dapat lebih kritis dan selektif memilih makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Ke depan, seluruh unsur sektoral dan masyarakat juga diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas gizi secara berkelanjutan. Hal ini merujuk pada data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menjadi kunci dalam memastikan Indonesia mampu menyiapkan Generasi Emas yang berkualitas pada 2045.
"Pesan saya, orang tua di rumah maupun guru di sekolah tidak dapat memantau apa yang kalian konsumsi selama 24 jam penuh. Oleh karena itu, jangan hanya karena rasa takut ketinggalan zaman atau sesuatu sedang viral, kalian membeli jajanan yang dapat mengganggu kesehatan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Persatua Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Sunersi Handayani menambahkan, peringatan HGN ini menjadi momentum bersama untuk menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa yang sehat dan berprestasi.
Selain edukasi, di SMP 86 Jakarta yang merupakan salah satu sekolah yang menjadi sasaran program pemberian makan bergizi juga turut diadakan kegiatan makan buah bersama, minum tablet penambah darah dan senam bersama yang melibatkan 30 pelajar.
"Kemarin kita sasar Posyandu, hari ini dilaksanakan edukasi gizi serentak se-Indonesia untuk mencapai rekor MURI. Kegiatan ini diikuti 1.268 sekolah di seluruh Indonesia, termasuk 73 titik di DKI Jakarta yang tersebar di seluruh kecamatan," tandasnya.