Selasa, 13 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 149
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memastikan pengerukan sedimen lumpur di Kali Sepak, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan berjalan dengan lancar dan optimal.
"Ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan"
Pengerukan ini merupakan bagian dari upaya penanganan genangan yang tidak hanya berdampak pada wilayah sekitar Kali Sepak, tetapi juga kawasan lain di Kecamatan Kembangan.
Iin mengatakan, saat ini terdapat tiga unit ekskavator amfibi yang dioperasikan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat untuk melakukan pengerukan. Menurutnya, keberadaan alat berat tersebut mampu mengoptimalkan proses normalisasi kali.
"Saya rasa ketiga alat ini mampu melakukan pengerukan kali dengan optimal," ujarnya, Selasa (13/1).
Iin menjelaskan, dalam satu kali pengerukan, satu unit ekskavator dapat menghasilkan sekitar tujuh meter kubik sedimen. Jika dikalikan dengan tiga alat dan dua kali pekerjaan dalam sehari, maka volume sedimen yang dihasilkan cukup besar. Namun, perhitungan pengangkutan tetap disesuaikan dengan kapasitas armada truk yang tersedia.
"Jumlah truk yang ada saat ini sebanyak 10 unit. Jadi, perhitungan pengangkutan disesuaikan dengan kapasitas truk tersebut. Sepuluh truk ini akan mengangkut sedimen lumpur menuju Ancol," terangnya.
Menurutnya, panjang Kali Sepak kurang lebih 1,4 kilometer. Dalam pelaksanaan pengerukan, terdapat beberapa kendala, seperti proses pemindahan alat berat yang membutuhkan waktu serta durasi pengangkutan sedimen menuju Ancol.
"Pengerukan Kali Sepak ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan.
Mudah-mudahan dengan pengerukan kali yang berjalan optimal ini, Kali Sepak dapat menampung dan mengalirkan air lebih banyak, sehingga tidak ada lagi dampak limpasan air ke wilayah permukiman," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Purwanti menambahkan, selain Kali Sepak, pihaknya juga tengah melakukan pengerukan di 11 titik lainnya, antara lain di Kali Mookervart dan kawasan Taman Palem.
"Pengerukan ini dilakukan secara bertahap di berbagai titik sebagai bentuk peningkatan kapasitas saluran dan badan air," ucapnya.
Terkait sheet pile yang bocor, khususnya di wilayah Rawa Buaya, Purwanti mengungkapkan, terdapat celah-celah yang sengaja dibuat oleh warga untuk saluran pembuangan air dari permukiman mereka.
"Kami telah berkoordinasi dengan RT, RW, serta pihak kelurahan agar warga mengalihkan saluran pembuangannya ke bagian depan agar tidak perlu melubangi dinding kali. Tim kami juga menyisir sepanjang Kali Mookervart untuk menutup kembali celah-celah pada sheet pile itu," tandasnya.