Selasa, 13 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 167
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memimpin apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di halaman Kantor Wali Kota setempat. Apel yang diikuti sekitar 300 personel gabungan tersebut digelar sebagai upaya antisipasi potensi genangan dan banjir di sejumlah wilayah rawan.
"Kesiapsiagaan personel"
Iin mengatakan, apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk memperkuat mitigasi risiko bencana, khususnya terkait potensi genangan atau banjir yang sempat terjadi kemarin.
"Terdapat beberapa titik yang terdampak, dan beberapa lokasi sudah kami kunjungi langsung kemarin bersama OPD terkait serta unsur Forkopimko. Ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan personel di lapangan sudah bergerak dengan cepat," ujarnya, Selasa (13/1).
Iin menjelaskan, apel tersebut juga menjadi sarana untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta personel, baik yang berada di posko maupun di lapangan, bekerja sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku, mulai dari tahap prakejadian hingga pascabencana.
"Kemarin saat terjadi genangan di beberapa titik, kami melakukan pemantauan langsung, salah satunya di RW 01, Kelurahan Rawa Buaya. Pompa air berjalan dengan baik dan masyarakat juga bahu-membahu bergotong royong untuk menjaga serta menyelamatkan warga, terutama kelompok rentan," terangnya.
Iin menambahkan, persoalan aliran air dari hulu hingga hilir merupakan masalah multidimensi yang harus ditangani secara menyeluruh. Hambatan aliran air di beberapa titik perlu dicermati agar tidak menimbulkan luapan.
"Seperti adanya sedimentasi lumpur pada saluran air di beberapa titik sebelum ke hilir, serta tingginya curah hujan yang sangat memengaruhi aliran air yang melewati wilayah Jakarta Barat," ungkapnya.
Ia mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar saluran air, untuk rutin melakukan kerja bakti guna mencegah penumpukan sampah yang dapat menyumbat aliran.
"Kami memastikan masyarakat di wilayah yang bersinggungan langsung dengan saluran air terus menjaga kebersihan melalui kerja bakti secara rutin," tegasnya.
Terkait upaya antisipasi genangan,
Iin menyampaikan, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat telah mengoperasikan pompa secara maksimal. Namun, ditemukan kendala pada sheet pile yang berlubang sehingga menyebabkan luapan Kali Mookervart ke Jalan Daan Mogot.
"Kami sudah mendiskusikan hal ini dengan kepala sudin, para asisten, unsur masyarakat, serta pengurus lingkungan untuk berkomunikasi secara persuasif kepada warga terkait sheet pile. Kami akan menambah rumah pompa dan mengoptimalkan pompa yang ada untuk mengendalikan air yang masuk ke Kali Mookervart," bebernya.
Iin berharap, melalui kesiapsiagaan bencana yang melibatkan seluruh unsur ini, Jakarta Barat semakin siap menghadapi potensi bencana, khususnya genangan dan banjir.
"Intinya, kolaborasi semua unsur harus terjalin dengan baik agar warga tidak merasakan dampak genangan yang signifikan. Jika semua siap, maka penanganannya pun akan semakin optimal," tandasnya.