Rabu, 07 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 313
(Foto: Nurito)
Baznas (Bazis) Jakarta Timur terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu. Sepanjang tahun 2025, Baznas Bazis Jakarta Timur berhasil merealisasikan program bedah rumah terhadap 141 rumah warga tidak mampu.
"Selesai dilaksanakan dengan lancar"
Seluruh program bedah rumah tersebut didanai dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat. Bantuan ini menjadi bentuk nyata pemanfaatan dana ZIS untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Staf Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Bazis Jakarta Timur, Anas Abi Anzah mengatakan, pelaksanaan bedah rumah merupakan tindak lanjut dari berbagai usulan masyarakat, baik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), reses anggota dewan, maupun pengajuan langsung dari warga.
"Alhamdulillah, tajun lalu seluruhnya telah selesai dilaksanakan dengan lancar menggunakan dana ZIS yang kami kelola," ujarnya, Rabu (7/1).
Anas menjelaskan, bedah rumah menjadi salah satu program unggulan Baznas Bazis karena dana yang dihimpun dari masyarakat dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan sosial yang berdampak langsung.
'Ini merupakan bukti nyata bahwa dana ZIS benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan umat," terangnya.
Menurutnya, proses bedah rumah rata-rata memerlukan waktu sekitar 20 hari untuk setiap unit. Luas rumah yang diperbaiki berkisar antara 30 hingga 50 meter persegi dengan kondisi awal umumnya rusak berat dan tidak layak huni.
"Kami terus mengajak masyarakat untuk menunaikan ZIS melalui Baznas (Bazis) DKI Jakarta karena sangat membantu para mustahik," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang penerima manfaat, warga RT 05/05, Kelurahan Cililitan, Sri Hartati (45) mengaku sangat bersyukur mendapatkan program bantuan bedah rumah Baznas (Bazis) Jakarta Timur.
"Sebelumnya rumah kami sudah tidak layak huni. Atapnya rusak parah, setiap hujan pasti bocor dan harus ditadah dengan ember," tuturnya.
Ia menuturkan, tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki rumahnya. Meski kondisinya memprihatinkan, ia tetap bertahan tinggal di rumah tersebut.
"Sekarang rumah saya sudah rapi dan tidak bocor lagi. Kami sekeluarga merasa jauh lebih nyaman dan aman. Senang sekali rasanya," tandasnya.