Raperda Penataan Wilayah dan BMD Perkuat Pelayanan Publik hingga Aset Daerah

Kamis, 08 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 882

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dadiyono

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dadiyono memastikan, hasil fasilitasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan, Pengubahan Nama, Batas, dan Penghapusan Kecamatan dan Kelurahan serta Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) telah disetujui.

"Seluruh hasil fasilitasi Kemendagri sudah disepakati dan disetujui,"

Kedua Raperda tersebut, kata Dadiyono, segera dibawa ke Rapat paripurna DPRD DKI Jakarta untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Seluruh hasil fasilitasi Kemendagri sudah disepakati dan disetujui,” ujar Dadiyono, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, Raperda penataan wilayah pada prinsipnya disusun untuk menertibkan administrasi, baik kewilayahan maupun kependudukan, sehingga kualitas pelayanan publik diharapkan dapat meningkat.

Dikatakan Dadiyono, pembahasan Raperda penataan wilayah dilakukan karena adanya wilayah yang dinilai sudah layak untuk dimekarkan. Salah satunya adalah Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 107 ribu jiwa.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, beban pelayanan administrasi tentu sangat berat jika hanya ditangani oleh satu kelurahan. Karena itu, disepakati pemekaran Kelurahan Kapuk,” jelasnya.

Meski demikian, Dadiyono menekankan, pentingnya kesiapan Pemprov DKI dalam mengantisipasi dampak dari pemekaran wilayah tersebut. Berbagai penyesuaian perlu dipersiapkan secara matang, mulai dari administrasi kependudukan, kendaraan, hingga dokumen-dokumen resmi lainnya.

Ia menambahkan, Perda tentang pembentukan dan penataan wilayah nantinya juga akan dilengkapi dengan aturan turunan sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.

“Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu mewujudkan Jakarta yang lebih tertib, teratur, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain penataan wilayah, DPRD DKI juga membahas fasilitasi Raperda tentang Pengelolaan BMD. Menurut Dadiyono, regulasi ini sangat penting untuk memastikan aset daerah dapat dijaga, dirawat, dan dikelola secara optimal agar memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saat ini masih banyak aset daerah, termasuk fasilitas sosial dan fasilitas umum, yang belum diserahkan atau masih dikuasai pihak swasta. Ada pula aset-aset lama yang terbengkalai dan tidak memberikan kontribusi apa pun. Melalui perda ini, pengelolaan aset tersebut akan diatur agar dapat diberdayakan secara maksimal,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz memberikan keterangan pers

Bapemperda Ingatkan Tantangan Terbesar Perda Ada pada Implementasi

Rabu, 07 Januari 2026 679

Raperda Penataan Wilayah dan Pengelolaan BMD Siap Disahkan di Paripurna

Raperda Penataan Wilayah dan Pengelolaan BMD Siap Disahkan

Selasa, 06 Januari 2026 650

Bapemperda Pastikan Empat Raperda Penuhi Syarat Jadi Perda

Bapemperda Pastikan Empat Raperda Penuhi Syarat Jadi Perda

Selasa, 23 Desember 2025 1109

Raperda Narkoba dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Propemperda 2026

Raperda Narkoba dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Propemperda 2026

Kamis, 18 Desember 2025 1242

BERITA POPULER
Ratusan Personel Gabungan Gelar Razia Parkir Liar di Jaktim

Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Senin, 08 Juni 2026 2403

Ketua dprd dki suhud

Program Padat Karya Perluas Kesempatan Kerja Warga Jakarta

Rabu, 10 Juni 2026 1234

IMG 20260610 WA0101

20 Motor Dikenakan Sanksi Cabut Pentil di Menteng

Rabu, 10 Juni 2026 995

Proyek pekerjaan padatkarya jati2

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

Jumat, 05 Juni 2026 2248

Sampah laut Jakarta bilal

Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

Minggu, 07 Juni 2026 1695

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks