Jumat, 02 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 155
(Foto: Istimewa)
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu berhasil membersihkan dan mengangkut sebanyak 2,9 ton sampah pada malam dan Tahun Baru 2026.
"Meningkatnya aktivitas wisata"
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Sudin LH Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto mengatakan, pengangkutan sampah dilakukan secara intensif mulai 1 Januari 2026 dengan melibatkan 12 petugas kebersihan setempat.
"Dari total sampah yang berhasil diangkut, sebanyak 520 kilogram merupakan sampah pesisir, sementara sampah yang berasal dari aktivitas warga dan wisatawan mencapai 2.468 kilogram," ujarnya, Jumat (2/1).
Ia menambahkan, jenis sampah yang paling banyak ditemukan didominasi oleh sampah plastik, seperti botol minuman, kantong plastik, kemasan makanan, styrofoam, serta sisa-sisa makanan dan sampah rumah tangga lainnya.
"Sampah itu sebagian besar dihasilkan dari meningkatnya aktivitas wisata dan perayaan pergantian tahun di Pulau Tidung," bebernya.
Menurut Lukman, keberhasilan penanganan sampah ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antara Sudin LH Kepulauan Seribu dengan pihak kelurahan, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), pengelola wisata, serta partisipasi masyarakat setempat.
"Kami mengapresiasi dukungan Kelurahan Pulau Tidung dan seluruh unsur terkait yang telah bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata dan pesisir," ucapnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Tidung, Saudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kebersihan dan pihak terkait yang telah bekerja keras menjaga kebersihan pascaperayaan Tahun Baru.
"Kami mengapresiasi kinerja petugas Sudin LH Kepulauan Seribu hingga PPSU yang telah bersinergi membersihkan sampah sehingga lingkungan Pulau Tidung kembali bersih dan nyaman,” ungkapnya.
Saudin terus mengimbau warga dan wisatawan agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung upaya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
"Kami berharap ke depan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan Pulau Tidung semakin meningkat. Kalau lingkungan bersih, pariwisata dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tandasnya.