Aktivitas Nelayan Tradisional di Pesisir Jakarta Utara

Jumat, 02 Januari 2026 Reza Pratama Putra 67


Melihat aktivitas sejumlah nelayan tradisional mengolah hasil tangkapan laut di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (2/1). Di tengah himpitan modernisasi kota dan area tangkapan yang semakin jauh ke tengah laut, aktivitas nelayan tradisional tetap bertahan sebagai simbol ketangguhan masyarakat pesisir khususnya di Jakarta Utara dalam menjaga kedaulatan pangan laut dan menjaga pasokan distribusi hasil laut di berbagai pasar tradisional di Jakarta.

Unduh Potret
1-1pasar cilincing.jpg

Kampung nelayan Cilincing merupakan salah satu pintu masuk suplai ikan di Jakarta Utara

2-1pasar cilincing.jpg

Pemukiman kampung nelayan Cilincing di bantaran Kali Rawa Malang yang dipenuhi kapal nelayan

3-1pasar cilincing.jpg

Sejak malam hingga pagi kapal nelayan tradisional berlaluan untuk menangkap hasil laut

4-1pasar cilincing.jpg

Para nelayan memindahkan hasil tangkapan dari laut menggunakan keranjang ke tempat pelelangan ikan sementara

5-1pasar cilincing.jpg

Ikan-ikan hasil laut ini akan di distribusikan ke para pedagang menggunakan moda transportasi becak motor modifikasi (bentor)

6-1pasar cilincing.jpg

Aneka ragam hasil laut tangkapan nelayan meliputi ikan, udang, kerang, hingga cumi dan kepiting

7-1 pasar cilincing.jpg

Harga yang ditawarkan bervariatif mulai dari 20.000 hingga 80.000 per kilo