Business Matching P3DN ke-29 Perkuat Kolaborasi SKPD dan Pelaku Usaha

Selasa, 02 Desember 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 854

Dewan Pengawas dan Etik IAPI DKI Jakarta memaparkan materi pada Business Matching P3DN ke-29

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Acara Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) ke-29 Tahun 2025 yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta masih berlangsung di Balai Kota Jakarta, Selasa (2/12).

"Acara ini cukup bagus,"

Kegiatan ini mempertemukan sejumlah pelaku usaha dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai upaya memperkuat rantai pasok sekaligus memperluas penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dewan Pengawas dan Etik Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) DKI Jakarta, Baihaki menyampaikan, business matching memiliki peran penting dalam menyinergikan kebutuhan pemerintah daerah dengan kemampuan pelaku usaha lokal.

Menurutnya, pengelolaan pengadaan barang dan jasa harus dimulai dari perencanaan yang matang.

“Peserta harus mampu menerapkan strategi perencanaan yang baik. Langkah awalnya memetakan kebutuhan apakah termasuk routine, leverage, bottleneck, atau critical. Setelah itu baru dipetakan karakteristik penyedianya,” ujar Baihaki.

Ia menegaskan bahwa strategi pengadaan harus berorientasi pada value for money, yakni tepat mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan penyedia, sehingga hasil pengadaan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Baihaki mengapresiasi penyelenggaraan Business Matching P3DN karena dinilai efektif mempertemukan pembeli, dalam hal ini SKPD, dengan para exhibitor penyedia produk dalam negeri.

“Acara ini cukup bagus karena mempertemukan pembeli dan penjual secara langsung. Harapannya, proses pengadaan selanjutnya mengikuti aturan yang ada, baik melalui e-Katalog, pengadaan langsung, maupun tender,” jelasnya.

Ke depan, Baihaki berharap, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar dan inklusif dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk kementerian, BUMN, dan pelaku usaha lainnya.

“Acara seperti ini bisa dibuka lebih luas, tidak hanya untuk SKPD DKI saja. UMKM dan exhibitor juga perlu ditambah. Bahkan jika memungkinkan, acaranya dibuat hybrid melalui live streaming agar jangkauannya lebih luas,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Petugas melayani pembeli pada pasar murah di Kelurahan Kebon Melati

Pemprov DKI Hadirkan Pasar Murah Jelang Nataru, Ini Lokasinya

Selasa, 02 Desember 2025 1157

Para model sedang tampil di Jakarta Muslim Fashion Week 2025

Transaksi JMFW Ditargetkan Mencapai Rp 163 Miliar

Sabtu, 08 November 2025 1052

Dinas PPKUKM Gelar Business Matching P3DN ke-29 di Balai Kota Jakarta

Business Matching P3DN ke-29 Hadir di Balai Kota Jakarta

Senin, 01 Desember 2025 1014

Gelaran Business Matching 28  di Grha Ali Sadikin, Balai Kota

Pemprov DKI Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri Lewat Business Matching

Senin, 10 November 2025 1169

Jakarta Economic Forum 2025 Catatkan Sejumlah Capaian Positif

Jakarta Economic Forum 2025 Catatkan Sejumlah Capaian Positif

Senin, 27 Oktober 2025 1108

BERITA POPULER
CKG Terintegrasi Tracing TB jaksel otoy

Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

Selasa, 01 September 2026 1281

2.200 Lansia Ikuti Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jaktim

Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

Kamis, 03 September 2026 762

IMG 20260903 WA0080

Gagasan Mahasiswa Penting untuk Bangun Kebijakan Udara Bersih

Kamis, 03 September 2026 596

Kapal cepat dishub ist2 1

Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

Minggu, 30 Agustus 2026 1138

Satpol jaktim jaga kramat jati nur

Penataan Pedagang Kramat Jati Tekankan Ketertiban dan Keberlanjutan Ekonomi

Rabu, 02 September 2026 647

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks