Business Matching P3DN ke-29 Perkuat Kolaborasi SKPD dan Pelaku Usaha

Selasa, 02 Desember 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 531

Dewan Pengawas dan Etik IAPI DKI Jakarta memaparkan materi pada Business Matching P3DN ke-29

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Acara Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) ke-29 Tahun 2025 yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta masih berlangsung di Balai Kota Jakarta, Selasa (2/12).

"Acara ini cukup bagus,"

Kegiatan ini mempertemukan sejumlah pelaku usaha dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai upaya memperkuat rantai pasok sekaligus memperluas penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dewan Pengawas dan Etik Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) DKI Jakarta, Baihaki menyampaikan, business matching memiliki peran penting dalam menyinergikan kebutuhan pemerintah daerah dengan kemampuan pelaku usaha lokal.

Menurutnya, pengelolaan pengadaan barang dan jasa harus dimulai dari perencanaan yang matang.

“Peserta harus mampu menerapkan strategi perencanaan yang baik. Langkah awalnya memetakan kebutuhan apakah termasuk routine, leverage, bottleneck, atau critical. Setelah itu baru dipetakan karakteristik penyedianya,” ujar Baihaki.

Ia menegaskan bahwa strategi pengadaan harus berorientasi pada value for money, yakni tepat mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan penyedia, sehingga hasil pengadaan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Baihaki mengapresiasi penyelenggaraan Business Matching P3DN karena dinilai efektif mempertemukan pembeli, dalam hal ini SKPD, dengan para exhibitor penyedia produk dalam negeri.

“Acara ini cukup bagus karena mempertemukan pembeli dan penjual secara langsung. Harapannya, proses pengadaan selanjutnya mengikuti aturan yang ada, baik melalui e-Katalog, pengadaan langsung, maupun tender,” jelasnya.

Ke depan, Baihaki berharap, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar dan inklusif dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk kementerian, BUMN, dan pelaku usaha lainnya.

“Acara seperti ini bisa dibuka lebih luas, tidak hanya untuk SKPD DKI saja. UMKM dan exhibitor juga perlu ditambah. Bahkan jika memungkinkan, acaranya dibuat hybrid melalui live streaming agar jangkauannya lebih luas,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Petugas melayani pembeli pada pasar murah di Kelurahan Kebon Melati

Pemprov DKI Hadirkan Pasar Murah Jelang Nataru, Ini Lokasinya

Selasa, 02 Desember 2025 823

Para model sedang tampil di Jakarta Muslim Fashion Week 2025

Transaksi JMFW Ditargetkan Mencapai Rp 163 Miliar

Sabtu, 08 November 2025 781

Dinas PPKUKM Gelar Business Matching P3DN ke-29 di Balai Kota Jakarta

Business Matching P3DN ke-29 Hadir di Balai Kota Jakarta

Senin, 01 Desember 2025 568

Gelaran Business Matching 28  di Grha Ali Sadikin, Balai Kota

Pemprov DKI Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri Lewat Business Matching

Senin, 10 November 2025 844

Jakarta Economic Forum 2025 Catatkan Sejumlah Capaian Positif

Jakarta Economic Forum 2025 Catatkan Sejumlah Capaian Positif

Senin, 27 Oktober 2025 769

BERITA POPULER
Mudik Terminal Kampung Rambutan otoy

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Kamis, 12 Maret 2026 6286

IMG 20260309 WA0093

Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

Senin, 09 Maret 2026 6826

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1398

Stok Pangan Jakarta Aman otoy

Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Jumat, 13 Maret 2026 1288

Jakarta siap bangun pltsa tangani masalah sampah

Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

Kamis, 12 Maret 2026 1427

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks