Business Matching P3DN ke-29 Perkuat Kolaborasi SKPD dan Pelaku Usaha

Selasa, 02 Desember 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 672

Dewan Pengawas dan Etik IAPI DKI Jakarta memaparkan materi pada Business Matching P3DN ke-29

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Acara Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) ke-29 Tahun 2025 yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta masih berlangsung di Balai Kota Jakarta, Selasa (2/12).

"Acara ini cukup bagus,"

Kegiatan ini mempertemukan sejumlah pelaku usaha dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai upaya memperkuat rantai pasok sekaligus memperluas penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dewan Pengawas dan Etik Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) DKI Jakarta, Baihaki menyampaikan, business matching memiliki peran penting dalam menyinergikan kebutuhan pemerintah daerah dengan kemampuan pelaku usaha lokal.

Menurutnya, pengelolaan pengadaan barang dan jasa harus dimulai dari perencanaan yang matang.

“Peserta harus mampu menerapkan strategi perencanaan yang baik. Langkah awalnya memetakan kebutuhan apakah termasuk routine, leverage, bottleneck, atau critical. Setelah itu baru dipetakan karakteristik penyedianya,” ujar Baihaki.

Ia menegaskan bahwa strategi pengadaan harus berorientasi pada value for money, yakni tepat mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan penyedia, sehingga hasil pengadaan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Baihaki mengapresiasi penyelenggaraan Business Matching P3DN karena dinilai efektif mempertemukan pembeli, dalam hal ini SKPD, dengan para exhibitor penyedia produk dalam negeri.

“Acara ini cukup bagus karena mempertemukan pembeli dan penjual secara langsung. Harapannya, proses pengadaan selanjutnya mengikuti aturan yang ada, baik melalui e-Katalog, pengadaan langsung, maupun tender,” jelasnya.

Ke depan, Baihaki berharap, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar dan inklusif dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk kementerian, BUMN, dan pelaku usaha lainnya.

“Acara seperti ini bisa dibuka lebih luas, tidak hanya untuk SKPD DKI saja. UMKM dan exhibitor juga perlu ditambah. Bahkan jika memungkinkan, acaranya dibuat hybrid melalui live streaming agar jangkauannya lebih luas,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Petugas melayani pembeli pada pasar murah di Kelurahan Kebon Melati

Pemprov DKI Hadirkan Pasar Murah Jelang Nataru, Ini Lokasinya

Selasa, 02 Desember 2025 981

Para model sedang tampil di Jakarta Muslim Fashion Week 2025

Transaksi JMFW Ditargetkan Mencapai Rp 163 Miliar

Sabtu, 08 November 2025 908

Dinas PPKUKM Gelar Business Matching P3DN ke-29 di Balai Kota Jakarta

Business Matching P3DN ke-29 Hadir di Balai Kota Jakarta

Senin, 01 Desember 2025 778

Gelaran Business Matching 28  di Grha Ali Sadikin, Balai Kota

Pemprov DKI Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri Lewat Business Matching

Senin, 10 November 2025 989

Jakarta Economic Forum 2025 Catatkan Sejumlah Capaian Positif

Jakarta Economic Forum 2025 Catatkan Sejumlah Capaian Positif

Senin, 27 Oktober 2025 931

BERITA POPULER
Pemeriksaan kesehatan otoy

Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

Senin, 18 Mei 2026 2326

Pelantikan eselon 3 dan 4 rezap ilus

Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

Rabu, 20 Mei 2026 1754

IMG 20260521 WA0001

Sudin LH Jaksel Buat 345 Lubang Biopori Jumbo dan 40 Teba Modern

Kamis, 21 Mei 2026 1528

IMG 20260518 WA0123

Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

Senin, 18 Mei 2026 2021

Pramono Raperda Kawasan

Pramono Dorong Target Net Zero Emission

Jumat, 22 Mei 2026 1292

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks