Business Matching P3DN ke-29 Perkuat Kolaborasi SKPD dan Pelaku Usaha

Selasa, 02 Desember 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 743

Dewan Pengawas dan Etik IAPI DKI Jakarta memaparkan materi pada Business Matching P3DN ke-29

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Acara Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) ke-29 Tahun 2025 yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta masih berlangsung di Balai Kota Jakarta, Selasa (2/12).

"Acara ini cukup bagus,"

Kegiatan ini mempertemukan sejumlah pelaku usaha dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai upaya memperkuat rantai pasok sekaligus memperluas penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dewan Pengawas dan Etik Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) DKI Jakarta, Baihaki menyampaikan, business matching memiliki peran penting dalam menyinergikan kebutuhan pemerintah daerah dengan kemampuan pelaku usaha lokal.

Menurutnya, pengelolaan pengadaan barang dan jasa harus dimulai dari perencanaan yang matang.

“Peserta harus mampu menerapkan strategi perencanaan yang baik. Langkah awalnya memetakan kebutuhan apakah termasuk routine, leverage, bottleneck, atau critical. Setelah itu baru dipetakan karakteristik penyedianya,” ujar Baihaki.

Ia menegaskan bahwa strategi pengadaan harus berorientasi pada value for money, yakni tepat mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan penyedia, sehingga hasil pengadaan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Baihaki mengapresiasi penyelenggaraan Business Matching P3DN karena dinilai efektif mempertemukan pembeli, dalam hal ini SKPD, dengan para exhibitor penyedia produk dalam negeri.

“Acara ini cukup bagus karena mempertemukan pembeli dan penjual secara langsung. Harapannya, proses pengadaan selanjutnya mengikuti aturan yang ada, baik melalui e-Katalog, pengadaan langsung, maupun tender,” jelasnya.

Ke depan, Baihaki berharap, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar dan inklusif dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk kementerian, BUMN, dan pelaku usaha lainnya.

“Acara seperti ini bisa dibuka lebih luas, tidak hanya untuk SKPD DKI saja. UMKM dan exhibitor juga perlu ditambah. Bahkan jika memungkinkan, acaranya dibuat hybrid melalui live streaming agar jangkauannya lebih luas,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Petugas melayani pembeli pada pasar murah di Kelurahan Kebon Melati

Pemprov DKI Hadirkan Pasar Murah Jelang Nataru, Ini Lokasinya

Selasa, 02 Desember 2025 1051

Para model sedang tampil di Jakarta Muslim Fashion Week 2025

Transaksi JMFW Ditargetkan Mencapai Rp 163 Miliar

Sabtu, 08 November 2025 963

Dinas PPKUKM Gelar Business Matching P3DN ke-29 di Balai Kota Jakarta

Business Matching P3DN ke-29 Hadir di Balai Kota Jakarta

Senin, 01 Desember 2025 878

Gelaran Business Matching 28  di Grha Ali Sadikin, Balai Kota

Pemprov DKI Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri Lewat Business Matching

Senin, 10 November 2025 1041

Jakarta Economic Forum 2025 Catatkan Sejumlah Capaian Positif

Jakarta Economic Forum 2025 Catatkan Sejumlah Capaian Positif

Senin, 27 Oktober 2025 994

BERITA POPULER
IMG 20260711 WA0001

Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

Sabtu, 11 Juli 2026 7077

Pramono COJ 2026 rezap

Pramono Dukung Color of Jakarta, Potret Jejak Pembangunan Kota

Selasa, 07 Juli 2026 6494

Sosialisasi pergub rezap

Pramono Sebut Transparansi Perizinan Jadi Kunci Jakarta Kota Global

Selasa, 07 Juli 2026 6048

Pameran 100 Tahun Ali Sadikin bilal

Peringatan 100 Tahun, Pemprov DKI Komitmen Lanjutkan Legasi Ali Sadikin

Selasa, 07 Juli 2026 5983

IMG 20260713 WA0036

SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

Senin, 13 Juli 2026 1276

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks