Senin, 24 November 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Budhy Tristanto 461
(Foto: doc)
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira membantah isu yang menyebut banyak pelajar SMAN 72 Jakarta ingin pindah sekolah usai peristiwa ledakan beberapa waktu lalu.
"Hanya ada satu orang tua yang mengajukan mutasi."
Farah mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi kepada Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta dan dipastikan tidak ada gelombang pengajuan pindah sekolah dari para peserta didik di sekolah tersebut.
“Kemarin kami sudah klarifikasi. Isu mutasi itu tidak benar. Dari Disdik hanya ada satu orang tua yang mengajukan mutasi. Selebihnya, para pelajar tetap melanjutkan pembelajaran seperti biasa,” ujar Farah, Senin (24/11).
Ia menuturkan, SMAN 72 Jakarta juga telah menerapkan sistem pembelajaran hybrid. Pada pekan lalu, tingkat kehadiran murid tercatat mencapai sekitar 66 persen.
“Kami juga meminta Disdik terus memantau kondisi psikologis para siswa, agar mereka kembali merasa aman dan nyaman belajar di sekolah. Selain itu, perbaikan fasilitas sekolah harus segera dilakukan,” tuturnya.
Farah mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui alasan orang tua yang mengajukan perpindahan tersebut. Namun, ia menilai keputusan itu merupakan hal wajar.
“Kami belum mengecek lebih jauh. Itu preferensi masing-masing orang tua, mungkin soal keamanan atau faktor lainnya. Yang jelas, baru satu kasus dan masih dalam batas wajar,” pungkasnya.