Rabu, 07 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 983
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 50 kilogram jagung pulut berhasil dipanen dari lahan urban farming di Pulau Tidung Kecil, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu.
"Kebutuhan pangan"
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, penanaman jagung ini menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu dalam mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari wilayah lain.
"Selama ini kebutuhan pangan kita sebagian besar didatangkan dari luar pulau. Melalui Suku Dinas KPKP, kami telah menemukan formula tanaman yang paling cocok untuk wilayah Kepulauan Seribu, di antaranya jagung, cabai, dan pisang," ujarnya, Rabu (7/1).
Fadjar menjelaskan, jagung pulut yang dipanen merupakan hasil penanaman sekitar dua setengah bulan lalu. Setelah panen, pembibitan kembali langsung dilakukan di lahan yang sama guna menjaga keberlanjutan produksi pangan.
"Kami juga mengoptimalkan penanaman cabai yang menjadi komoditas strategis, terutama menjelang hari besar keagamaan," terangnya.
Menurutnya, kebutuhan cabai yang menjadi dalah satu faktor inflasi selama ini masih didatangkan dari daratan memerlukan biaya transportasi cukup tinggi.
"Cabai sangat strategis. Jika bisa dipenuhi dari Kepulauan Seribu sendiri, tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Fadjar juga mendorong penanaman mangrove dan pohon sukun sebagai upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan identitas daerah.
Ia mengingatkan camat, lurah, serta petugas PJLP agar tidak hanya menanam, tetapi juga merawat tanaman secara intensif.
"Mangrove merupakan tameng hidup untuk mencegah abrasi, sementara sukun adalah tanaman endemik Kepulauan Seribu yang harus dijaga agar tidak punah," ajaknya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati menambahkan, hasil panen jagung pulut kali ini mencapai 50 kilogram dari sekitar 200 pohon.
"Alhamdulillah, panen hari ini berjalan lancar dengan hasil yang baik. Dua minggu ke depan, kami juga berencana memanen jagung hibrida dari lebih dari 300 pohon," imbuhnya.
Ia menyampaikan, budi daya jagung di Kepulauan Seribu tidak memerlukan perlakuan khusus. Kunci keberhasilannya terletak pada penyiapan media tanam, pemupukan yang tepat, serta pemeliharaan yang intensif.
"Kami juga akan terus menggalakkan penanaman cabai secara masif dengan mendistribusikan bibit kepada masyarakat. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menekan inflasi di Kepulauan Seribu," tandasnya.