Pangkas Pengangguran, Program PPK Diluncurkan

Rabu, 16 April 2014 Reporter: Andry Editor: Widodo Bogiarto 8031

Kepala Sudin Naker, Atok Baroni Hidayat mengatakan, hingga kini pihaknya telah melatih sebanyak 176

(Foto: doc)

Untuk memangkas angka pengangguran, Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmingrasi (Nakertrans) Jakarta Pusat menggulirkan program baru, yaitu Pelatihan Kelurahan Produktif (PPK). Program tersebut diharapkan menggali potensi warga untuk menghasilkan produk-produk kreatif.

Kita menerapkan pola bottom up, apapun produk khas yang peserta mau pelajari lalu kita fasilitasi instruktur untuk melatih mereka

Kepala Sudin Nakertrans, Atok Baroni Hidayat mengatakan, hingga kini pihaknya telah melatih sebanyak 176 warga yang mendaftar sebagai peserta dari delapan kelurahan terpilih. Jenis pelatihan yang diberikan bermacam-macam sesuai dengan usulan peserta.

"Kita menerapkan pola bottom up, apapun produk khas yang peserta mau pelajari lalu kita fasilitasi instruktur untuk melatih mereka,” kata Atok saat dihubungi, Rabu (16/4).

Atok mencontohkan, di Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, warga yang telah terdaftar sebagai peserta diberikan pelatihan merajut dan menyulam. Sementara di Kebon Sirih, Menteng, warga dibekali pelatihan memasak nasi goreng kambing dan kerajinan tangan.

"Yang menarik di Kelurahan Johar Baru, di sana peserta kita berikan pelatihan pembuatan kain perca dan lukisan pasir," terangnya.

Atok menuturkan, lukisan pasir merupakan produk kreatif yang saat ini sedang naik daun dan banyak peminatnya. Terlebih, karya seni lukisan unik tersebut sudah sangat langka di pasaran.

"Kami juga melatih sampai mereka mampu mengemas produk dengan cantik dan menarik," jelasnya.

Menurut Atok, program PPK ini nantinya juga melibatkan para pengusaha yang akan membantu pemasaran produk kreatif para peserta.

"Ke depan program ini kita harapkan sudah di-handle para pengusaha dengan menggunakan anggaran dari Corporate Sosial Responsibility (CSR)," ujarnya.

 

Wakil Walikota Jakarta Pusat, Rustam Effendi menambahkan, jumlah angka pengangguran di wilayah Jakarta Pusat memang masih menghawatirkan. Dari data yang ada, dari total penduduk 902.973 juta jiwa sebanyak 11,21 persen atau 54.782 orang berstatus pengangguran.

"Kalau pertumbuhan ekonomi di Jakarta Pusat sebesar 6,3 persen, maka akan tercipta tenaga kerja 78.337 orang," ujarnya.

Rustam mengungkapkan, untuk menciptakan angka pertumbuhan ekonomi sebesar itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari pihak swasta melalui program CSR perusahaannya.

”Kita perlu kerja keras dan harus mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Kita sudah menggalang dukungan dari para pengusaha swasta," pungkasnya.

BERITA TERKAIT
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis Indeks Potensi Kerawanan Sosial (IPKS) 2013. Hasilny

Kampung Rawa, Kelurahan Paling Rawan Sosial di Jakpus

Jumat, 11 April 2014 18167

pelayanan_nakertrans_sepi_nurito.jpg

Ditinggal Pelesiran, Layanan Sudin Nakertrans Jaktim Lumpuh

Jumat, 21 Maret 2014 3711

pelecehan_anak_sd_ilustrasi2.jpg

Agen Tenaga Kerja Bodong Lakukan Perdagangan Anak

Kamis, 27 Maret 2014 2741

traficking_ilustrasi.jpg

24 Korban Trafficking Diamankan

Rabu, 26 Maret 2014 2680

pelantikan_es2_2014_erna2.jpg

267 Pejabat DKI Dilantik

Senin, 07 April 2014 21746

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5008

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1278

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1434

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1363

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 552

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks