Pangkas Pengangguran, Program PPK Diluncurkan

Rabu, 16 April 2014 Reporter: Andry Editor: Widodo Bogiarto 7928

Kepala Sudin Naker, Atok Baroni Hidayat mengatakan, hingga kini pihaknya telah melatih sebanyak 176

(Foto: doc)

Untuk memangkas angka pengangguran, Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmingrasi (Nakertrans) Jakarta Pusat menggulirkan program baru, yaitu Pelatihan Kelurahan Produktif (PPK). Program tersebut diharapkan menggali potensi warga untuk menghasilkan produk-produk kreatif.

Kita menerapkan pola bottom up, apapun produk khas yang peserta mau pelajari lalu kita fasilitasi instruktur untuk melatih mereka

Kepala Sudin Nakertrans, Atok Baroni Hidayat mengatakan, hingga kini pihaknya telah melatih sebanyak 176 warga yang mendaftar sebagai peserta dari delapan kelurahan terpilih. Jenis pelatihan yang diberikan bermacam-macam sesuai dengan usulan peserta.

"Kita menerapkan pola bottom up, apapun produk khas yang peserta mau pelajari lalu kita fasilitasi instruktur untuk melatih mereka,” kata Atok saat dihubungi, Rabu (16/4).

Atok mencontohkan, di Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, warga yang telah terdaftar sebagai peserta diberikan pelatihan merajut dan menyulam. Sementara di Kebon Sirih, Menteng, warga dibekali pelatihan memasak nasi goreng kambing dan kerajinan tangan.

"Yang menarik di Kelurahan Johar Baru, di sana peserta kita berikan pelatihan pembuatan kain perca dan lukisan pasir," terangnya.

Atok menuturkan, lukisan pasir merupakan produk kreatif yang saat ini sedang naik daun dan banyak peminatnya. Terlebih, karya seni lukisan unik tersebut sudah sangat langka di pasaran.

"Kami juga melatih sampai mereka mampu mengemas produk dengan cantik dan menarik," jelasnya.

Menurut Atok, program PPK ini nantinya juga melibatkan para pengusaha yang akan membantu pemasaran produk kreatif para peserta.

"Ke depan program ini kita harapkan sudah di-handle para pengusaha dengan menggunakan anggaran dari Corporate Sosial Responsibility (CSR)," ujarnya.

 

Wakil Walikota Jakarta Pusat, Rustam Effendi menambahkan, jumlah angka pengangguran di wilayah Jakarta Pusat memang masih menghawatirkan. Dari data yang ada, dari total penduduk 902.973 juta jiwa sebanyak 11,21 persen atau 54.782 orang berstatus pengangguran.

"Kalau pertumbuhan ekonomi di Jakarta Pusat sebesar 6,3 persen, maka akan tercipta tenaga kerja 78.337 orang," ujarnya.

Rustam mengungkapkan, untuk menciptakan angka pertumbuhan ekonomi sebesar itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari pihak swasta melalui program CSR perusahaannya.

”Kita perlu kerja keras dan harus mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Kita sudah menggalang dukungan dari para pengusaha swasta," pungkasnya.

BERITA TERKAIT
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis Indeks Potensi Kerawanan Sosial (IPKS) 2013. Hasilny

Kampung Rawa, Kelurahan Paling Rawan Sosial di Jakpus

Jumat, 11 April 2014 17790

pelayanan_nakertrans_sepi_nurito.jpg

Ditinggal Pelesiran, Layanan Sudin Nakertrans Jaktim Lumpuh

Jumat, 21 Maret 2014 3622

pelecehan_anak_sd_ilustrasi2.jpg

Agen Tenaga Kerja Bodong Lakukan Perdagangan Anak

Kamis, 27 Maret 2014 2639

traficking_ilustrasi.jpg

24 Korban Trafficking Diamankan

Rabu, 26 Maret 2014 2553

pelantikan_es2_2014_erna2.jpg

267 Pejabat DKI Dilantik

Senin, 07 April 2014 21589

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3200

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 736

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 641

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1405

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1018

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks