Pangkas Pengangguran, Program PPK Diluncurkan

Rabu, 16 April 2014 Reporter: Andry Editor: Widodo Bogiarto 8069

Kepala Sudin Naker, Atok Baroni Hidayat mengatakan, hingga kini pihaknya telah melatih sebanyak 176

(Foto: doc)

Untuk memangkas angka pengangguran, Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmingrasi (Nakertrans) Jakarta Pusat menggulirkan program baru, yaitu Pelatihan Kelurahan Produktif (PPK). Program tersebut diharapkan menggali potensi warga untuk menghasilkan produk-produk kreatif.

Kita menerapkan pola bottom up, apapun produk khas yang peserta mau pelajari lalu kita fasilitasi instruktur untuk melatih mereka

Kepala Sudin Nakertrans, Atok Baroni Hidayat mengatakan, hingga kini pihaknya telah melatih sebanyak 176 warga yang mendaftar sebagai peserta dari delapan kelurahan terpilih. Jenis pelatihan yang diberikan bermacam-macam sesuai dengan usulan peserta.

"Kita menerapkan pola bottom up, apapun produk khas yang peserta mau pelajari lalu kita fasilitasi instruktur untuk melatih mereka,” kata Atok saat dihubungi, Rabu (16/4).

Atok mencontohkan, di Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, warga yang telah terdaftar sebagai peserta diberikan pelatihan merajut dan menyulam. Sementara di Kebon Sirih, Menteng, warga dibekali pelatihan memasak nasi goreng kambing dan kerajinan tangan.

"Yang menarik di Kelurahan Johar Baru, di sana peserta kita berikan pelatihan pembuatan kain perca dan lukisan pasir," terangnya.

Atok menuturkan, lukisan pasir merupakan produk kreatif yang saat ini sedang naik daun dan banyak peminatnya. Terlebih, karya seni lukisan unik tersebut sudah sangat langka di pasaran.

"Kami juga melatih sampai mereka mampu mengemas produk dengan cantik dan menarik," jelasnya.

Menurut Atok, program PPK ini nantinya juga melibatkan para pengusaha yang akan membantu pemasaran produk kreatif para peserta.

"Ke depan program ini kita harapkan sudah di-handle para pengusaha dengan menggunakan anggaran dari Corporate Sosial Responsibility (CSR)," ujarnya.

 

Wakil Walikota Jakarta Pusat, Rustam Effendi menambahkan, jumlah angka pengangguran di wilayah Jakarta Pusat memang masih menghawatirkan. Dari data yang ada, dari total penduduk 902.973 juta jiwa sebanyak 11,21 persen atau 54.782 orang berstatus pengangguran.

"Kalau pertumbuhan ekonomi di Jakarta Pusat sebesar 6,3 persen, maka akan tercipta tenaga kerja 78.337 orang," ujarnya.

Rustam mengungkapkan, untuk menciptakan angka pertumbuhan ekonomi sebesar itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari pihak swasta melalui program CSR perusahaannya.

”Kita perlu kerja keras dan harus mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Kita sudah menggalang dukungan dari para pengusaha swasta," pungkasnya.

BERITA TERKAIT
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis Indeks Potensi Kerawanan Sosial (IPKS) 2013. Hasilny

Kampung Rawa, Kelurahan Paling Rawan Sosial di Jakpus

Jumat, 11 April 2014 18232

pelayanan_nakertrans_sepi_nurito.jpg

Ditinggal Pelesiran, Layanan Sudin Nakertrans Jaktim Lumpuh

Jumat, 21 Maret 2014 3726

pelecehan_anak_sd_ilustrasi2.jpg

Agen Tenaga Kerja Bodong Lakukan Perdagangan Anak

Kamis, 27 Maret 2014 2775

traficking_ilustrasi.jpg

24 Korban Trafficking Diamankan

Rabu, 26 Maret 2014 2713

pelantikan_es2_2014_erna2.jpg

267 Pejabat DKI Dilantik

Senin, 07 April 2014 21812

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9246

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3216

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3635

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1931

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1501

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks