Komisi D Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Pelayanan Publik

Kamis, 23 Oktober 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1851

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike

(Foto: doc)

Komisi D DPRD DKI Jakarta melanjutkan rapat kerja pembahasan Rancangan APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026, menyusul adanya penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

"membahas RAPBD 2026,"

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menyampaikan, pihaknya ingin memastikan bahwa pengurangan, efisiensi, hingga refocusing anggaran yang dilakukan mitra kerja tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

“Komisi D memulai rapat kerja lanjutan untuk membahas RAPBD 2026 setelah adanya penyesuaian DBH,” ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (23/10).

Yuke menekankan, hal ini penting karena bidang-bidang yang menjadi lingkup kerja Komisi D sangat vital bagi kehidupan warga Jakarta, mulai dari pengendalian banjir, perbaikan jalan, pengelolaan sampah, perumahan, hingga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).

“Dalam pembahasan ini kami ingin memastikan apa saja yang menjadi refocusing dari mitra kerja. Tadi kami sudah diyakinkan oleh Asisten Pembangunan bahwa program-program mendasar yang berhubungan langsung dengan masyarakat diupayakan tidak terdampak,” jelasnya.

Ia mencontohkan, salah satu bentuk penyesuaian terjadi pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP), di mana sejumlah rencana pembangunan seperti kantor Suku Dinas Perhubungan hingga gedung Satpol PP mengalami penundaan.

“Memang ada beberapa pembangunan yang dirasa belum memungkinkan, sehingga dimundurkan. Ada juga proyek multiyears dan sebagian yang tidak bisa dikerjakan tahun ini dihilangkan,” paparnya.

Yuke menegaskan, fokus utama DPRD dan Pemprov DKI adalah memastikan pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat tetap berjalan, terutama yang berpengaruh terhadap perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.

“Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat tetap dilaksanakan. Selain itu, kami juga mendorong agar Pemprov memaksimalkan potensi pendapatan daerah,” katanya.

Menurut Yuke, penerapan sistem digitalisasi dan peningkatan transparansi diharapkan dapat membantu optimalisasi pendapatan daerah sebagai salah satu solusi guna menutupi pengurangan anggaran dari DBH.

“Ini juga bisa menjadi alternatif pendapatan daerah yang dapat menjadi solusi di tengah pengurangan anggaran ini,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Sekda tinjau rapat kerja DPRD

Sekda Marullah Tinjau Rapat Kerja DPRD

Rabu, 22 Oktober 2025 981

Komisi E DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja dengan Dinas Kesehatan (Dinkes)

Komisi E Tekankan Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Terdampak Penyesuaian Anggaran

Rabu, 22 Oktober 2025 1138

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

Pramono Sebut Dana Mengendap untuk Pembayaran Proyek Akhir Tahun

Rabu, 22 Oktober 2025 1077

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati

Ungkap Penyebab Dana Rp14,6 T Mengendap, DKI Fokus Akselerasi Penyerapan

Rabu, 22 Oktober 2025 815

Ketua DPRD Minta Komisi Tak Geser Anggaran Layanan Publik dalam APBD 2026

Ketua DPRD Pastikan APBD 2026 Tetap Berpihak pada Kepentingan Publik

Senin, 20 Oktober 2025 1928

BERITA POPULER
Lrt manggarai gading rezap

LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh 26 Agustus

Senin, 24 Agustus 2026 2577

Lomba regu prestasi penggalang pramuka anita

Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

Jumat, 28 Agustus 2026 1219

Gubernur pramono rs toto tentrem tebet rezap

Resmikan RS Toto Tentrem, Pramono Dorong Kerja Sama dengan RSUD Tarakan

Senin, 24 Agustus 2026 1594

Wagub rano karno Bioskop Mini Jaksinema jati2

Asyik, Sekarang Ada Bioskop Mini di Rusun Pasar Rumput

Senin, 24 Agustus 2026 1199

RZA 5569

Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

Jumat, 28 Agustus 2026 563

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks