Komisi D Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Pelayanan Publik

Kamis, 23 Oktober 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1938

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike

(Foto: doc)

Komisi D DPRD DKI Jakarta melanjutkan rapat kerja pembahasan Rancangan APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026, menyusul adanya penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

"membahas RAPBD 2026,"

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menyampaikan, pihaknya ingin memastikan bahwa pengurangan, efisiensi, hingga refocusing anggaran yang dilakukan mitra kerja tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

“Komisi D memulai rapat kerja lanjutan untuk membahas RAPBD 2026 setelah adanya penyesuaian DBH,” ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (23/10).

Yuke menekankan, hal ini penting karena bidang-bidang yang menjadi lingkup kerja Komisi D sangat vital bagi kehidupan warga Jakarta, mulai dari pengendalian banjir, perbaikan jalan, pengelolaan sampah, perumahan, hingga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).

“Dalam pembahasan ini kami ingin memastikan apa saja yang menjadi refocusing dari mitra kerja. Tadi kami sudah diyakinkan oleh Asisten Pembangunan bahwa program-program mendasar yang berhubungan langsung dengan masyarakat diupayakan tidak terdampak,” jelasnya.

Ia mencontohkan, salah satu bentuk penyesuaian terjadi pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP), di mana sejumlah rencana pembangunan seperti kantor Suku Dinas Perhubungan hingga gedung Satpol PP mengalami penundaan.

“Memang ada beberapa pembangunan yang dirasa belum memungkinkan, sehingga dimundurkan. Ada juga proyek multiyears dan sebagian yang tidak bisa dikerjakan tahun ini dihilangkan,” paparnya.

Yuke menegaskan, fokus utama DPRD dan Pemprov DKI adalah memastikan pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat tetap berjalan, terutama yang berpengaruh terhadap perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.

“Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat tetap dilaksanakan. Selain itu, kami juga mendorong agar Pemprov memaksimalkan potensi pendapatan daerah,” katanya.

Menurut Yuke, penerapan sistem digitalisasi dan peningkatan transparansi diharapkan dapat membantu optimalisasi pendapatan daerah sebagai salah satu solusi guna menutupi pengurangan anggaran dari DBH.

“Ini juga bisa menjadi alternatif pendapatan daerah yang dapat menjadi solusi di tengah pengurangan anggaran ini,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Sekda tinjau rapat kerja DPRD

Sekda Marullah Tinjau Rapat Kerja DPRD

Rabu, 22 Oktober 2025 1052

Komisi E DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja dengan Dinas Kesehatan (Dinkes)

Komisi E Tekankan Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Terdampak Penyesuaian Anggaran

Rabu, 22 Oktober 2025 1245

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

Pramono Sebut Dana Mengendap untuk Pembayaran Proyek Akhir Tahun

Rabu, 22 Oktober 2025 1230

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati

Ungkap Penyebab Dana Rp14,6 T Mengendap, DKI Fokus Akselerasi Penyerapan

Rabu, 22 Oktober 2025 895

Ketua DPRD Minta Komisi Tak Geser Anggaran Layanan Publik dalam APBD 2026

Ketua DPRD Pastikan APBD 2026 Tetap Berpihak pada Kepentingan Publik

Senin, 20 Oktober 2025 2004

BERITA POPULER
Penumpang mikrotrans cilik ist

Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

Minggu, 11 Oktober 2026 29861

Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 13972

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 2354

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 1683

Satriadi gunawan pol pp jati

Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

Senin, 12 Oktober 2026 1957

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks