Trase Kering KBT Dioptimalkan Sebagai Area Urban Farming

Kamis, 09 Oktober 2025 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 766

Pengelola urban farming di kawasan KBT memperlihatkan kembang kol yang dipanen

(Foto: Istimewa)

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur berencana memaksimalkan kawasan Kanal Banjir Timur (KBT) sebagai area urban farming (pertanian perkotaan) Pasalnya, pada trase kering di kawasan tersebut terdapat banyak lahan yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam.

"Tumbuh cukup subur"

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto mengatakan, saat ini masyarakat telah banyak memanfaatkan lahan di sepanjang KBT untuk bercocok tanam. Lokasinya membentang dari wilayah Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit hingga Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara.

"Kawasan KBT memiliki potensi yang cukup besar dan sangat cocok untuk pertanian perkotaan karena lokasinya terbuka serta mendapat paparan sinar matahari langsung," ujarnya, Kamis (9/10).

Menurut Taufik, pihaknya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan urban farming di kawasan tersebut guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Dukungan itu diharapkan datang dari para penggiat pertanian perkotaan, kelompok tani, unsur kelurahan dan kecamatan, serta masyarakat sekitar.

"Sayur mayur dan buah-buahan yang ditanam di sana tumbuh cukup subur. Apalagi, sumber air juga sangat mencukupi," terangnya.

Taufik menjelaskan, kegiatan bercocok tanam di KBT tidak hanya dilakukan oleh masyarakat atau kelompok tani yang melibatkan pengurus RT dan RW, tetapi juga diikuti oleh kader TP PKK, petugas PPSU, ASN, serta PJLP.

"Ada juga dari pelajar dan guru yang turut ambil bagian dalam kegiatan urban farming di kawasan KBT," bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian Sudin KPKP Jakarta Timur, Hendra Junianto menambahkan, saat ini sudah ada 14 kelompok tani aktif di sepanjang KBT.

Ia menuturkan, mereka menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, seperti Kangkung, Bayam, Pakcoy, Terung, Tomat, Cabai, Bawang Merah, Anggur, Pisang, Jambu, dan Alpukat.

"Semuanya merupakan binaan Sudin KPKP Jakarta Timur. Kami rutin melakukan monitoring dan pembinaan agar kegiatan dan hasil panen optimal," bebernya.

Hendra menyebut, sebanyak 14 kelompok tani tersebut telah aktif sejak tahun 2022 dan jumlahnya dapat terus bertambah.

"Jika nanti ada pembentukan kelompok urban farming baru, misalnya di wilayah Kecamatan Cakung atau lainnya, tentu akan kami fasilitasi dan bina," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ketua TP PKK Kota Jakarta Timur,  Essie Feransie Munjirin

Ketua TP PKK Jaktim Ajak Penggiat Urban Farming Manfaatkan Pasar Tumbuh

Jumat, 03 Oktober 2025 1253

Kegiatan tanam jagung serentak berpusat di Jalan Guruh Serih I, Kalisari

Penanaman Jagung Serentak di Jakarta Timur Dilakukan di 181 Lokasi

Jumat, 03 Oktober 2025 991

Bazar UMKM bertajuk Pasar Tumbuh di halaman Kantor Wali Kota Jaktim

Pasar Tumbuh Kembali Diadakan di Kantor Wali Kota Jaktim

Jumat, 26 September 2025 2245

Layanan vaksinasi HPR di Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur

Jakarta Timur Bebas Rabies Terus Dipertahankan

Kamis, 25 September 2025 805

Poktan Cipmel Juara  Lomba Tanam Melon di Jaktim

Poktan Geber Tabur Juara Lomba Tanam Melon di Jaktim

Jumat, 12 September 2025 3820

BERITA POPULER
Perlintasan kereta dok 1

Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

Kamis, 16 Juli 2026 2022

Kebakaran pondok bambu

Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

Senin, 20 Juli 2026 729

Reza dan Nadya Siap Promosikan Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Seribu

Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

Minggu, 19 Juli 2026 865

3.Final Piala Dunia 2026 Jadi Pesta Rakyat

Rano Sebut Festival Rakyat Bola Gembira Dongkrak Ekonomi Kerakyatan

Senin, 20 Juli 2026 663

Controlled Landfill bantargebang gery ist

Penerapan Controlled Landfill di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Senin, 20 Juli 2026 598

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks