Komisi B dan Eksekutif Bahas Subsidi Transportasi

Selasa, 07 Oktober 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 957

DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja bersama pihak eksekutif

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja bersama pihak eksekutif untuk membahas efektivitas skema Public Service Obligation (PSO) atau subsidi layanan publik pada sektor transportasi yang dikelola oleh Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

"Bahas peluang peningkatan pendapatan non-farebox,"

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh mengatakan, pembahasan difokuskan pada besarnya alokasi subsidi transportasi dari APBD DKI yang mencapai sekitar Rp6 triliun. Evaluasi dilakukan untuk memastikan anggaran tersebut dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam rapat tadi kami mendengarkan berbagai masukan dari pimpinan dan anggota Komisi B terkait evaluasi biaya PSO, termasuk peluang peningkatan pendapatan non-farebox serta optimalisasi tiket,” ujar Nova, Selasa (7/10).

Nova menegaskan, pemberian subsidi transportasi harus tetap berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dan kenyamanan penumpang, sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan.

“Tentu yang paling penting adalah asas kenyamanan bagi penumpang. Kualitas layanan harus menjadi prioritas utama dari penggunaan dana subsidi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, saat ini Pemprov DKI telah menetapkan 15 golongan masyarakat penerima manfaat PSO, termasuk pelajar, lansia, dan kelompok tertentu lainnya. Ke depan, Komisi B mendorong adanya kajian mendalam terhadap efektivitas pemetaan penerima manfaat dan potensi penyesuaian tarif.

“Kita lihat dulu hasil kajiannya. Tarif Transjakarta misalnya, sejak tahun 2005 masih Rp3.500 dan belum pernah naik sampai sekarang. Padahal, subsidi Transjakarta menjadi yang terbesar, mencapai sekitar Rp4,2 triliun per tahun dengan rata-rata 1,3 juta penumpang per hari,” jelasnya.

Nova menambahkan, pembahasan mengenai tarif juga berkaitan dengan kondisi fiskal daerah. Ia menyebut, adanya potensi penurunan signifikan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat turut mempengaruhi kemampuan APBD dalam menanggung subsidi PSO.

“Dengan adanya pemangkasan DBH ini, kami tengah menjajaki kemungkinan agar sebagian subsidi transportasi dapat didukung pembiayaannya oleh pemerintah pusat,” ungkap Nova.

Lebih lanjut, Nova memastikan bahwa DPRD DKI tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik di Jakarta.

“Subsidi transportasi ini pada dasarnya untuk masyarakat Jakarta. Karena itu, layanan harus terus ditingkatkan, mulai dari kenyamanan halte, kebersihan toilet, hingga penyediaan fasilitas ibadah,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung optimistis pembangunan Jakarta

Andalkan Pembiayaan Kreatif, Pramono Optimistis Bangun Jakarta

Senin, 06 Oktober 2025 1116

Pengendara mobil saat hendak masuk ke tempat parkir

Pramono Dorong Sistem Non Tunai Atasi Parkir Ilegal

Kamis, 02 Oktober 2025 1905

Patung Jenderal Sudirman di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin

TOD Dukuh Atas, Patung Jenderal Sudirman akan Dipindah ke Lokasi Strategis

Kamis, 02 Oktober 2025 1696

Sejumlah penumpang moda transportasi LRT Jakarta

HUT TNI, Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Rp80

Rabu, 01 Oktober 2025 1880

BERITA POPULER
Launching Color Of Jakarta otoy

Rano Paparkan Potensi Ekraf Videografi dan Fotografi di Launching COJ

Jumat, 17 April 2026 1460

IMG 20260416 WA0100

KI DKI Apresiasi Peran Komdigi-ISKI Kawal Implementasi PP 17/2025

Kamis, 16 April 2026 1420

Paskah Pemprov DKI Jakarta 2 bilal

Pemprov DKI Rayakan Paskah Bersama di Kota Tua

Sabtu, 18 April 2026 861

Gubernur pramono malam renungan suci jati

Pramono Serukan Perdamaian dan Keharmonisan

Sabtu, 18 April 2026 716

IMG 20260413 WA0103

KPKP Jakbar Pantau Hewan Liar di Permukiman Warga Jelambar

Senin, 13 April 2026 1640

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks