Legislator Dukung Pembukaan Pendaftaran Rusunawa PIK Pulogadung

Senin, 06 Oktober 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1792

Rusunawa PIK Pulogadung

(Foto: Ilustrasi)

Pemprov DKI Jakarta resmi membuka pendaftaran Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pulo Industri Kecil (PIK) Pulogadung mulai Senin (6/10). Sebanyak 100 unit hunian disediakan bagi warga yang berdomisili di Jakarta.

"Kebutuhan rumah di Jakarta sangat tinggi,"

Seluruh proses pendaftaran dilakukan gratis dan mandiri melalui aplikasi SIRUKIM, tanpa perantara. Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai praktik percaloan dan pungutan liar.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi menyambut positif langkah Pemprov DKI dalam menyediakan hunian layak bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah melalui program Rusunawa maupun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami).

“Memang kebutuhan rumah di Jakarta sangat tinggi. Karena itu, kami sangat mendukung proses pendaftaran Rusunawa kali ini, terutama dengan penerapan aplikasi SIRUKIM yang membuat prosesnya lebih akuntabel, terbuka, dan transparan,” ujar Ghozi.

Meski begitu, Ghozi menyebut jumlah unit yang disediakan masih terbatas, sehingga perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

“Kuotanya baru 100 unit. Ini perlu dikomunikasikan agar warga memahami prosesnya dan tidak salah persepsi,” katanya.

Ia juga mendorong Pemprov DKI membangun komunikasi yang jelas dan berkelanjutan mengenai tahapan pendaftaran, jumlah unit yang dibuka, serta mekanisme seleksi penerima.

“Sosialisasinya jangan parsial. Misalnya hari ini dibuka 100 unit, perlu juga dijelaskan tahapan berikutnya dan siapa saja yang diterima atau belum diterima,” imbuhnya.

Menurut Ghozi, keterbukaan informasi akan mencegah munculnya anggapan pilih kasih di masyarakat.

“SIRUKIM ini sistem yang bagus untuk memangkas antrean dan membuat prosesnya paperless. Tapi verifikasinya harus diperkuat agar yang diterima benar-benar masyarakat yang berhak,” katanya.

Ia menambahkan, idealnya seluruh warga yang belum memiliki rumah layak bisa difasilitasi di Rusunawa, namun keterbatasan anggaran membuat Pemprov DKI perlu melakukan seleksi.

“Kebutuhan hunian di Jakarta mencapai ratusan ribu unit, sementara yang baru terpenuhi sekitar 38 ribu unit. Jadi perlu kolaborasi dengan pemerintah pusat, Perumnas, Kementerian Perumahan, dan sektor swasta,” ujarnya.

Menurutnya, kemitraan antara sektor publik dan swasta (public-private partnership) perlu diperkuat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan.

“Saya melihat Pak Gubernur juga sangat konsisten untuk mempercepat penyediaan rumah layak di Jakarta,” tandas Ghozi.

BERITA TERKAIT
Hunian rusun di Jakarta

Transformasi Hunian Vertikal Harus Ramah Disabilitas dan Berkeadilan Sosial

Jumat, 12 September 2025 3400

Sosialisasi kelistrikan di Rusun Jati Rawasari, Jakarta Pusat, (11/9)

Warga Rusun Jati Rawasari Diedukasi Soal Kelistrikan

Kamis, 11 September 2025 3296

Pelatihan kerajinan menganyam warga rusun Cakung 2

Warga Rusun KM 2 Cakung Ikuti Pelatihan Kerajinan Menganyam

Kamis, 04 September 2025 3840

Pramono Serahkan Kunci Unit Rusunawa PIK Pulogadung

Sediakan Hunian Layak, Pramono Serahkan Kunci Unit Rusunawa PIK Pulogadung

Senin, 25 Agustus 2025 2892

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2472

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 2926

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3903

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1157

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1247

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks