Transformasi Hunian Vertikal Harus Ramah Disabilitas dan Berkeadilan Sosial

Jumat, 12 September 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Budhy Tristanto 3290

Hunian rusun di Jakarta

(Foto: Ilustrasi)

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pembangunan hunian vertikal atau rumah susun (rusun).

“Tujuan utama pembangunan adalah memastikan masyarakat memiliki rumah yang layak huni,"

Menurutnya, pembangunan rusun tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus mengedepankan aspek kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan. Salah satu hal krusial adalah memastikan hunian ramah bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Ghozi mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan sekitar 38 ribu unit rusun melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) serta BUMD. Namun, jumlah itu masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Tujuan utama pembangunan adalah memastikan masyarakat memiliki rumah yang layak huni, bukan sekadar punya tempat tinggal. Jangan sampai niat menata kawasan kumuh justru berakhir dengan membangun rusun yang kumuh,” ujarnya, Kamis (11/9) kemarin.

Ia menjelaskan, rusun yang ideal bagi Jakarta sebagai kota global harus terintegrasi dengan baik. Hal ini mencakup hunian yang ramah disabilitas, berbasis konsep ramah lingkungan, serta terhubung langsung dengan moda transportasi publik seperti MRT dan Transjakarta.

Selain itu, Ghozi juga mendorong konsep hunian campuran (mixed use) yang menggabungkan masyarakat berpenghasilan rendah dengan kelompok menengah agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial.

Ia juga mengingatkan dua hal penting lainnya dalam pembangunan hunian vertikal yakni kepastian hukum dan pemberdayaan ekonomi penghuni rusun.

“Banyak warga masih mempertanyakan kejelasan status unit yang ditempati, apakah bisa diwariskan atau beralih menjadi kepemilikan. Di sisi lain, warga juga perlu diberdayakan secara ekonomi, misalnya melalui festival UMKM atau koperasi perumahan,” terangnya.

Menurut Ghozi, transformasi hunian vertikal di Jakarta harus berpihak pada manusia.

“Rusun itu bukan sekadar bangunan, tetapi kehidupan manusia di dalamnya. Karena itu, pembangunan hunian vertikal harus benar-benar memberi manfaat bagi warga,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT
Sosialisasi kelistrikan di Rusun Jati Rawasari, Jakarta Pusat, (11/9)

Warga Rusun Jati Rawasari Diedukasi Soal Kelistrikan

Kamis, 11 September 2025 3211

Pelatihan kerajinan menganyam warga rusun Cakung 2

Warga Rusun KM 2 Cakung Ikuti Pelatihan Kerajinan Menganyam

Kamis, 04 September 2025 3767

Pramono Serahkan Kunci Unit Rusunawa PIK Pulogadung

Sediakan Hunian Layak, Pramono Serahkan Kunci Unit Rusunawa PIK Pulogadung

Senin, 25 Agustus 2025 2803

Pelatihan kerajinan menganyam warga rusun Cakung 2

Warga Rusun KM 2 Cakung Ikuti Pelatihan Kerajinan Menganyam

Kamis, 04 September 2025 3767

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 2385

TJ Kelola Angkutan Laut jati

Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 2633

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 1587

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 1688

Water mist rasuna said tiyo

Sudin LH Jaksel Semprot Water Mist di Dua Ruas Jalan

Jumat, 04 September 2026 1109

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks