Kamis, 28 Agustus 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 417
(Foto: Reza Pratama Putra)
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menilai, penamaan Rumah Sakit (RS) Royal Batavia Cakung tepat untuk mengenang perjalanan Jakarta yang akan memasuki usia lima abad.
"Kata Batavia akan mengingatkan tentang Jakarta,"
Menurutnya, penyematan kata Batavia membawa memori tentang sejarah kota Jakarta.
“Saya pikir dengan ada kata Batavia akan mengingatkan tentang Jakarta. Bagi Jakarta lima abad, enggak ada masalah,” ujarnya, Kamis (28/8).
Khoirudin juga tidak mempermasalahkan rencana perubahan sejumlah nama RSUD di Jakarta yang akan berganti menjadi RS internasional. Baginya, yang terpenting adalah peningkatan mutu layanan kesehatan.
“Kalau nama bukan esensi, yang penting pelayanannya. Semua warga Jakarta yang ber-KTP DKI wajib dilayani,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa layanan kesehatan adalah hak masyarakat yang sudah membayar pajak, sehingga tidak boleh dipersulit.
Lebih jauh, Khoirudin berharap perubahan nama RSUD sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Ganti nama mestinya diikuti dengan pelayanan yang lebih mudah dan lebih bagus,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pembangunan RS Royal Batavia Cakung telah dimulai melalui sejumlah tahapan, mulai dari feasibility study, penyusunan dokumen perencanaan, kajian layanan unggulan, hingga percepatan persiapan pembangunan di 2025. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2027.
RS Royal Batavia dirancang berdiri di atas lahan seluas 49.985 meter persegi, terdiri dari 13 lantai dan dua basement. Rumah sakit ini akan menjadi RS milik Pemprov DKI pertama yang berstandar internasional dan dilengkapi peralatan medis modern.