Pramono Sebut Kenaikan Tarif PBB Imbas Penyesuaian NJOP

Selasa, 01 Juli 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 3161

 Pramono: Kenaikan Tarif PBB Imbas Penyesuaian NJOP

(Foto: Reza Pratama Putra)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan penjelasan terkait keluhan masyarakat mengenai kenaikan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Jakarta.

"bukan PBB-nya yang berubah, tapi NJOP-nya yang naik,"

Pramono mengatakan, kenaikan biaya PBB tersebut bukan disebabkan oleh perubahan tarif, melainkan karena penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) rumah yang selama ini belum pernah diperbarui di beberapa wilayah.

"Persoalannya adalah banyak daerah yang NJOP-nya dari 25 tahun yang lalu gak pernah berubah. Padahal tarifnya sama. Nah NJOP-nya yang kemudian berubah," jelas Pramono di Kantor Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Cideng, Jakarta Pusat, Selasa (1/7).

Sementara tarif PBB gratis saat ini diberlakukan untuk rumah dengan NJOP di bawah Rp 2 miliar serta untuk rumah susun apartemen yang di bawah Rp650 juta.

Pramono juga menyebut adanya penyesuaian NJOP yang bahkan mencapai sepuluh kali lipat di beberapa lokasi. Ia menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena nilai properti di daerah tersebut telah mengalami peningkatan drastis dari sebelumnya.

Menurutnya, kenaikan NJOP yang signifikan ini rata-rata terjadi di kawasan elit. Meskipun sempat menimbulkan keluhan, Pemprov DKI tetap berkomitmen untuk menagih pajak tersebut.

"Itulah yang kemudian membuat kenaikan yang dikeluhkan oleh sebagian masyarakat. Tetapi NJOP yang naik tinggi, mohon maaf, rata-rata adalah daerah orang kaya," katanya.

Pramono juga mengakui, kenaikan tarif PBB ini juga terjadi di rumah miliknya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan yang nilai NJOP-nya masih seperlima dari harga saat ini.

"Sebenarnya bukan PBB-nya yang berubah, tapi NJOP-nya yang naik," kata Pram.

Meski demikian, penyesuaian tarif NJOP ini memberikan dampak positif pada penerimaan pajak daerah. Bahkan angka penerimaan pajak di Jakarta sudah mencapai 47 persen, jauh melampaui rata-rata nasional yang baru 32 persen.

"Seminggu yang lalu nasional baru 32 persen, kita sudah 47 persen," tandas Pramono.

BERITA TERKAIT
715 Peserta Ikuti Pembinaan RT, RW dan LMK

Pengurus Lingkungan dan LMK di Jaktim Disosialisasi Pentingnya Pajak dan APAR

Senin, 30 Juni 2025 698

Pemprov DKI Beri Insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Mulai 8 April

Pemprov DKI Beri Insentif PBB-P2, Wujudkan Keadilan Perpajakan

Selasa, 08 April 2025 2329

16.530 Warga di Jakpus Ditetapkan Terima Bansos

Kabar Gembira, Bansos KLJ, KPDJ dan KAJ Bulan Mei 2025 Mulai Dicairkan

Sabtu, 24 Mei 2025 3474

Pramono Resmi Naikkan Operasional Dasawisma Jadi Rp 750 Ribu

Pramono Tambah Operasional Dasawisma Jadi Rp750 Ribu

Selasa, 01 Juli 2025 1802

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7813

Dayung Ciliwung jati

Lomba Dayung di Pasar Baru Digelar Akhir Agustus

Kamis, 20 Agustus 2026 1333

Lrt kelapa gading rezap

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan 26 Agustus

Sabtu, 22 Agustus 2026 518

Lomba nasi goreng ciracas nur

Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

Rabu, 19 Agustus 2026 978

Pramono dialog hkbp menteng rezap

Pramono Tegaskan Komitmen Pemprov DKI Bangun Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 471

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks