Ahok akan Tingkatkan Kesejahteraan PPSU

Sabtu, 15 Agustus 2015 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Widodo Bogiarto 28639

 Ahok akan Tingkatkan Kesejahteraan PPSU

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menemukan sejumlah kecurangan yang dilakukan pejabat dan mandor lapangan terkait data Pekerja Harian Lepas (PHL) Pelayanan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Padahal keberadaan PPSU sangat dibutuhkan untuk melakukan pembenahan DKI Jakarta.

Saya masih temukan banyak pejabat menggunakan mandor untuk menekan PPSU. Modusnya kartu ATM pekerja PPSU dia yang pegang

"Saya masih temukan banyak pejabat menggunakan mandor untuk menekan PPSU. Modusnya kartu ATM pekerja PPSU dia yang pegang. Saya minta kalau masih ada yang seperti itu, langsung lapor SMS saya," kata Ahok usai menjadi inspektur upacara apel PPSU dan pekerja kontrak Pemprov DKI Jakarta di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8).

Ahok mengatakan, ke depan masing-masing petugas PPSU akan dilengkapi satu kendaraan operasional untuk mendukung aktivitas mereka di lapangan. Hal ini diharapkan dapat memaksimalkan kinerja para PPSU.

"Kesejahteraan mereka harus kita perhatikan, namun petugas juga harus rajin dan tidak boleh membiarkan kawasan kerja berantakan dan kotor," ujar Ahok.

Di sisi lain, Ahok tengah merencanakan untuk membangun rumah susun khusus petugas PPSU. Nantinya anak-anak mereka juga akan memperoleh Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Kita juga mau dorong agar mereka bisa naik bus Transjakarta. Karena banyak PPSU yang tinggal di luar Jakarta," jelas Ahok.

Sekadar diketahui, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1-3 miliar kepada para lurah se-DKI untuk merekrut PHL PPSU atau tenaga kerja kontrak pada tahun ini. ‎Anggaran itu dilokasikan untuk membayar gaji para  PHL sebesar Rp 2,7 juta setiap bulan, biaya asuransi kesehatan dan tenaga kerja, belanja bahan-bahan material bangunan beserta satu unit mobil pikap sebagai kendaraan operasional.

Jumlah PPSU yang direkrut di masing-masing kelurahan bervariasi antara 40-70 orang, tergantung dari luasan wilayah dan jumlah penduduknya. Kelurahan yang luasan wilayahnya kecil dan berpenduduk sedikit, diberikan 40 orang tenaga kerja kontrak. Sedangkan kalau luas wilayah arealnya  besar dan banyak penduduknya, bisa 70 orang.

Para PPSU yang direkrut tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berusia 18-58 tahun, berpendidikan minimal Sekolah Dasar (SD) dan harus ber-KTP DKI. 

BERITA TERKAIT
7 Petugas PPSU Kelurahan Rambutan Gadungan Dibekuk

Peras Warga, 7 Petugas PPSU Gadungan Dibekuk

Kamis, 13 Agustus 2015 12560

Dibantu PPSU Seluruh Wilayah Jakut Harus Bersih

Dibantu PPSU Seluruh Wilayah Jakut Harus Bersih

Rabu, 12 Agustus 2015 11613

Walikota Minta Warga Tak Terlena Eksistensi PPSU

Walikota Jaktim Minta Warga Bantu PPSU

Kamis, 13 Agustus 2015 10013

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3623

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 646

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1421

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1036

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks