PAM Jaya Ajak Masyarakat Gunakan Air Sesuai Kelompok Pelanggan

Kamis, 14 November 2024 Reporter: Dessy Suciati Editor: Andry 1674

PAM Jaya Ajak Masyarakat Gunakan Air Sesuai Kelompok Pelanggan

(Foto: Dessy Suciati)

Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin mengajak masyarakat untuk menggunakan air PAM sesuai dengan jenis golongan pelanggan.

"Tarifnya belum berubah,"

Ia menyebut, masih ada masyarakat yang menggunakan air PAM yang tak sesuai golongannya dan digunakan untuk kepentingan usaha atau kebutuhan komersil, seperti cucian motor, tempat pengisian air isi ulang, dan WC umum. 

"Ada air yang dijual buat cucian motor, buat air isi ulang, dan WC umum. Tarifnya belum berubah. Akibatnya NRW (non revenue water)-nya tinggi," kata Arief, Kamis (14/11).

Arief pun mendorong masyarakat untuk bersikap bijak. Jika air PAM yang digunakan untuk kebutuhan komersil, maka tarifnya juga perlu disesuaikan. 

"Harus fair juga. Kalau itu air PAM-nya sudah dipakai untuk kebutuhan komersil, ya tarifnya jangan tarif yang rendah," ujarnya.

Ia menyadari, aktivitas masyarakat itu dilakukan untuk menaikkan perekonomian. Namun, Arief berharap usaha tersebut tidak merugikan masyarakat sekitarnya karena air bersih dibutuhkan juga oleh masyarakat lainnya 

"Nanti kita persuasif tetap untuk disarankan. Kalau diambilnya lebih banyak dari satu titik dengan komersial kan kasian masyarakat lainnya. Menyadarkan masyarakat ini harus persuasif tapi bertarget," ungkap dia.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh pun mendukung jika PAM Jaya mengambil tindakan untuk menertibkan penggunaan air PAM yang tidak sesuai jenis pelanggan. Sehingga tarifnya bisa disesuaikan dengan kegiatan usahanya. 

"Saya setuju ada tindakan. Kenapa diperlukan tindakan, karena kan ga fair. Misalnya ada kegiatan-kegiatan yang jatuhnya tarifnya disesuaikan tarif bawah. Tetapi pemakaiannya untuk fasilitas usaha, disalahgunakan. Artinya ini perlu penyesuaian juga," jelasnya. 

Selain itu, penyalahgunaan air PAM yang tidak sesuai kategori pelanggan itu juga berdampak pada masalah kebocoran. Karena itu, Nova mendorong agar PAM Jaya melakukan kajian kembali untuk menindak penyalahgunaan tersebut.

"Hal-hal ini perlu tindakan tegasnya. Mungkin dari PAM nanti bisa mengkaji lagi. Karena masalah NRW, kebocoran-kebocoran di tengah-tengah lapangan itu menyebabkan suply air ke masyarakat berkurang," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Komisi B DPRD DKI Dorong Optimalisasi Layanan Air Bersih

Sekretaris Komisi B Dukung Peningkatan Cakupan Layanan PAM Jaya

Rabu, 30 Oktober 2024 1601

Komisi B DPRD DKI Dorong Percepatan Pembangunan SPAM Buaran III

Komisi B DPRD Dorong Percepatan Pembangunan SPAM Buaran III

Rabu, 13 November 2024 1581

Buka Diklatda HIPMI Jaya 2024, Sekda DKI Marullah

Sekda Marullah Dorong Perekonomian Kota yang Maju dan Berkelanjutan

Kamis, 14 November 2024 1104

Atasi Pengangguran, DPRD DKI Minta Peningkatan Program Link and Match

Legislator Komisi B Ingin Program Link and Match Diperbanyak

Jumat, 08 November 2024 1306

Pemkot Jaksel Bahas Aksi 5 dan 6 Konvergensi Penurunan Stunting

Pemkot Jaksel Optimalkan Intervensi Penanganan Stunting

Selasa, 12 November 2024 1154

BERITA POPULER
Mudik Terminal Kampung Rambutan otoy

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Kamis, 12 Maret 2026 6512

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1234

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1552

Stok Pangan Jakarta Aman otoy

Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Jumat, 13 Maret 2026 1420

Jakarta siap bangun pltsa tangani masalah sampah

Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

Kamis, 12 Maret 2026 1510

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks