Pemprov DKI Terus Optimalkan Program Pemberdayaan untuk Atasi Kemiskinan

Sabtu, 24 Agustus 2024 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 3214

sekda

(Foto: doc)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mengoptimalkan program pemberdayaan, dalam upaya menekan angka kemiskinan.

"Menargetkan tingkat kemiskinan mencapai angka 3,79 persen pada 2024," 

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Joko Agus Setyono, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta Triwulan III Tahun 2024..

Rakor TKPK yang dilaksanakan pada 21 hingga 22 Agustus kemarin ini, diikuti perwakilan dari  Kementerian dan Lembaga, organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, akademisi, O

organisasi masyarakat sipil, filantropi, pelaku dunia usaha dan  industri, serta media massa.

Sekda Joko yang juga sebagai  Pelaksana Ketua TKPK Provinsi DKI Jakarta menyoroti desain dan pola targeting program yang masih perlu dioptimalkan terkait penanggulangan kemiskinan.

Saat ini, kata Joko, transisi dari arah kebijakan penanggulangan kemiskinan yang bersifat karitatif (bantuan sosial dan subsidi) menuju pemberdayaan, menjadi syarat mutlak bagi Provinsi DKI Jakarta untuk mencapai target penurunan tingkat kemiskinan.

"Kami menargetkan tingkat kemiskinan mencapai angka 3,79 persen pada 2024," ujar Joko, seperti dikutip dari rilis yang diterima redaksi beritajakarta, Sabtu (24/8).

Selain itu, untuk tingkat kemiskinan ekstrem ditargetkan menjadi 0 persen, sejalan dengan arahan dari Presiden RI. Untuk mengejar pencapaian target tersebut, ungkap Joko, Pemprov DKI telah menetapkan upaya graduasi melalui konvergensi dan komplementaritas program.

Utamanya yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan (pelatihan keterampilan kerja dan pemberdayaan UMKM), seperti yang termaktub dalam Keputusan Gubernur Nomor 862 Tahun 2023 tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2023—2026.

Rakor ini menghasilkan sejumlah rekomendasi tindak lanjut, di antaranya penyusunan mekanisme tata kelola Satu Data Sasaran untuk percepatan penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Kemudian, menyinergikan program pembangunan dalam RPJMD 2025—2029 dengan program penanggulangan kemiskinan.

Lalu menyelenggarakan forum rutin bersama lintas sektor dalam pelaksanaan pemantauan; hingga menyiapkan skema kolaborasi dalam pemberian intervensi bagi penduduk pada DTKS Desil 1 yang belum mendapatkan intervensi program sama sekali.

“Masing-masing Ketua TKPK Kota dan Kabupaten agar memastikan seluruh penduduk pada peringkat kesejahteraan terendah telah memperoleh intervensi yang memadai untuk segera entas dari bawah garis kemiskinan,” pungkas Joko.

BERITA TERKAIT
BPSDM Gelar Seminar tentang Pemberdayaan Perempuan

BPSDM Gelar Seminar dengan Tema Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 22 Agustus 2024 1698

 Tim Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Sambangi Sunter Jaya

Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Verlap di Kelurahan Sunter Jaya

Rabu, 21 Agustus 2024 1799

Pj Gubernur Heru Buka Kejuaraan Bulutangkis antara OPD dan BUMD

Perkuat Sinergi Perangkat Daerah dan BUMD, Pj Gubernur Buka Kejuaraan Bulutangkis antara OPD dan BUMD

Senin, 19 Agustus 2024 1806

Sekda Joko Dukung Peningkatan Kompetensi ASN di Jakarta

Sekda Joko Dukung Peningkatan Kompetensi ASN di Jakarta

Senin, 12 Agustus 2024 1438

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2515

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1204

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 968

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 514

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 411

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks