Ahok Selidiki Uji Kir Bus Transjakarta Scania

Selasa, 11 Agustus 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 5728

 Ahok Selidiki Hasil Uji Kir Scania

(Foto: Reza Hapiz)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menyelidiki hasil uji kir bus Transjakarta Scania dan mencari kemungkinan kesalahan dari uji kir yang dilakukan tentang pencantuman kapasitas bus. 

Saya tidak tahu kesalahannya di mana, mesti selidiki. Ini sengaja, kesalahan, sabotase, atau mau cari gara-gara?

"Saya tidak tahu kesalahannya di mana, mesti selidiki. Ini sengaja, kesalahan, sabotase, atau mau cari gara-gara? Karena bus lain kita tidak mau beli, kita mau beli bus terbaik," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (11/8).

Dikatakan Ahok, dengan kebijakan tidak akan membeli lagi bus asal Tiongkok, dimungkinkan ada persaingan antar pengusaha. Kendati demikian, dirinya tidak akan mengubah kebijakan dan tetap membeli bus dengan kualitas yang baik.

"Kita tidak tahu kan persaingan seperti apa. Apa orang dalam disogok, saya tidak tahu. ‎Tapi bagi saya untuk apa persoalkan sebuah administrasi," ucapnya.

Ahok menilai, dalam kasus ini hanya ada kesalahan administrasi dalam stiker uji kir. Karena sesuai dengan kenyataan bus gandeng yang ada sesuai dengan spesifikasi dengan kapasitas penumpang 111 orang.

"Dulu bus tingkat dibongkar gara-gara nggak memenuhi standar menurut versi dirjen (Kemenhub), chasis nggak cocok dipersoalkan. Tapi bus China yang Weichai, bisa beli ribuan," ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun tidak mempermasalahkan dengan kesalahan administrasi yang terjadi. Menurutnya yang terpenting bus tidak mudah terbakar dan mogok, seperti yang ada saat ini. "Yang penting busnya tidak kebakar, suspensi bagus, tidak mogok, sudahlah sekarang. Kalau 1 bus kursinya 111 namanya gerbong kereta api. Kursinya memang 30-an, tapi muat orang boleh lebih kalau berdiri," tegasnya.

Diakui Ahok, persoalan seperti ini bukan yang pertama kali dialaminya dalam pengadaan bus. Beberapa waktu lalu, DKI pernah menerima bantuan corporate social responsibility (CSR) lima unit bus tingkat wisata dari Mayapada Group. Hanya saja, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menolak bus bermerek Mercedes Benz itu beroperasi karena chassis bus tersebut tidak memenuhi standar. Sehingga kini, bus tingkat tersebut dibongkar kembali.

BERITA TERKAIT
Kadisubtrans Irit Komentar Soal Kejanggalan Stiker KIR Scania

Kadishubtrans akan Cek Langsung Soal Bus Scania

Senin, 10 Agustus 2015 4408

hok Tak Masalahkan Kesalahan Kir Bus Scania

Ahok: Spesifikasi Bus Scania Tak Ada Masalah

Senin, 10 Agustus 2015 5080

PT Transjakarta Yakin Bus Scania Telah Sesuai Spesifikasi

PT Transjakarta Yakin Bus Scania Telah Sesuai Spesifikasi

Senin, 10 Agustus 2015 7572

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 10372

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7250

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4948

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3671

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2764

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks