Target Penyerapan APBD DKI Tetap 97 Persen

Jumat, 11 April 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 4185

uang_ilustrasi_ok.jpg

(Foto: doc)

Meski pada tahun sebelumnya meleset dari target awal, penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 tetap ditargetkan hingga 97 persen. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun diminta untuk memaksimalkan penyerapan dengan mengevaluasi semua program yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya. Selain itu, semua program kegiatan diminta untuk dilaksanakan lebih awal.

Tahun ini tetap sama targetnya hingga 97 persen

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan, target penyerapan tetap sama seperti tahun sebelumnya yakni mencapai 97 persen. SKPD diingatkan untuk menggunakan anggaran semaksimal mungkin. Terlebih APBD 2014 melonjak tajam hingga Rp 72 triliun. "Tahun ini tetap sama targetnya hingga 97 persen," kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (11/4).

Jokowi sendiri sempat kesal dengan penyerapan APBD 2013 yang meleset dari target yakni hanya 83 persen dari total anggaran Rp 51 triliun. Sehingga para SKPD diminta untuk mengevaluasi program yang ada sehingga bisa memaksimalkan penyerapan tahun ini. "Realisasi APBD tahun ini harus lebih baik dari tahun 2013," tegas Jokowi.

Dari catatan Jokowi, hingga 8 April, penyerapan belanja baru mencapai 4,56 persen. Angka tersebut hampir sama dengan penyerapan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun untuk total nilai jumlahnya berbeda, karena anggaran tahun ini lebih besar. "Ini mirip-mirip dengan tahun lalu, tapi kan sekarang totalnya lebih besar," ujarnya.

Agar bisa memaksimalkan penyerapan, SKPD diminta untuk segera menjalankan program yang ada. Selain itu, dievaluasi kembali kegiatan yang tidak dapat dijalankan sehingga bisa dimasukan dalam APBD perubahan. Tujuannya untuk menekan angka Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa). "Harus segera bergerak, APBD dimulai seawal mungkin. Jangan diulangi lagi dikerjakan semuanya di akhir tahun," tegasnya lagi.

Menurut Jokowi, dengan kegiatan dilakukan lebih awal juga agar kualitas pekerjaan lebih baik dan tidak terburu-buru. Pasalnya selama ini, semua pekerjaan selalu dilakukan mendekati akhir tahun dan terkesan terburu-buru. Hasilnya pun dikhawatirkan tidak maksimal, karena pekerjaan fisik justru dikerjakan saat musim penghujan.

"Kalau dikerjakannya kejar-kejaran akhirnya kualitas barang. Dan akan jadi masalah kalau jadi temuan. Makanya semua dikerjakan maju terutama berkaitan fisik, konstruksi, dan waktu. Bayangkan buat gedung atau rumah, dimulai saat bulan basah. Saat hujan baru gali pondasi. Sekarang kan terang benderang, kenapa tidak dimulai dari sekarang," tandas Jokowi.

BERITA TERKAIT
JOkowi_batik-meja.jpg

Jadi Capres, Jokowi Tetap Fokus Pembangunan Jakarta

Jumat, 11 April 2014 5029

Joko Widodo memberikan pidato di Balai Agung

Jokowi Kesal Penyerapan APBD 2013 Rendah

Kamis, 10 April 2014 4898

Jokowi Sedih Banyak Pejabat DKI Terjerat Hukum

Jokowi Ingatkan SKPD Hati-hati Gunakan Anggaran

Kamis, 10 April 2014 5658

lelang_jabatan_ilustrasi.jpg

SKPD Diminta Segera Ajukan Lelang

Kamis, 10 April 2014 3643

skpd balaiagung

SKPD Diminta Percepat Pembangunan

Kamis, 10 April 2014 4480

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 816

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 684

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1138

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 568

Petugas lh mayday monas desi

Petugas Gerak Cepat Bersihkan Sampah Usai Peringatan Hari Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 976

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks