Soal Tunjangan PNS, Ahok Belajar dari Seoul

Jumat, 05 Juni 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 5764

 Ahok Belajar Sistem Tunjangan Kinerja ke Seoul

(Foto: Reza Hapiz)

Hubungan Pemprov DKI dengan Korea Selatan (Korsel) tidak hanya menyangkut persahabatan semata. Pemprov DKI juga menjadikan Korsel yang juga anggota Sister City, tempat untuk belajar dalam pengelolaan pemerintahan, khususnya menyangkut tunjangan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kami ingin belajar saja kepada pemerintah di sana. Sistem kerja, tunjangannya bagaimana. Kemudian sistem hukum yang diberikan kepada PNS-nya bagaimana. Kerja sama seperti itu

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku, ingin mempelajari sistem tunjangan yang sudah diterapkan di Seoul. Keingintahuan ini didasarkan karena Pemprov DKI Jakarta juga tengah memperbaiki sistem tunjangan kinerja bagi PNS.

"Kami ingin belajar saja kepada pemerintah di sana. Sistem kerja, tunjangannya bagaimana. Kemudian sistem hukum yang diberikan kepada PNS-nya bagaimana. Kerja sama seperti itu," kata Basuki, usai menerima Wakil Walikota Seoul Jong Seok Im beserta Delegasi Seoul Metropolitan Government (SMG) serta Duta Besar Republik Korea di Balaikota, Jumat (5/6).

Menurutnya, fokus pembicaraan yakni mengenai sistem tunjangan kinerja. Upaya peningkatan kesejahteraan dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat juga bisa ditingkatkan. Selain itu, masalah sanksi kepada PNS juga ingin diketahui pihaknya dari pemerintah Seoul langsung.

Ahok menambahkan, berbagai masalah lainnya juga dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut. Kedua pemerintahan juga ingin mempererat hubungan melalui program Sister Sity.

"Kami ingin mempererat hubungan antar kota di ASEAN. Kita tuan rumah ya kita terima lah. Kerja sama macam-macam," ujarnya.

Sementara itu, untuk kerja sama yang sifatnya business to business, Ahok akan menyerahkan ke PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Seperti permasalahan sampah, listrik, dan smart city. Khusus bidang transportasi, dibahas mengenai produksi bus merk Daewoo dan Hyundai.

"Kalau business to business kami kasih ke Jakpro saja, ngomongin kerja sama bisnis di bidang sampah, listrik, smart city. Supaya ada bisnislah. Dia sudah bantu kita di Istiqlal. Mereka juga bicara soal Transjakarta, kenapa Daewoo sama Hyundai enggak produksi lagi? Konkretnya tunggu walikotanya datang lagi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Tak Sanggup Bayar UMP, Ahok Minta Perusahaan Korsel Hengkang

Tak Sanggup Bayar UMP, Ahok Minta Perusahaan Korsel Hengkang

Senin, 05 Januari 2015 6622

Ahok Akan ke Korsel Terima Bendera Asian Games

Selasa, 30 September 2014 6070

pkl tanah abang dok video

Penataan PKL Korsel Sulit Diterapkan di Ibu Kota

Senin, 22 September 2014 5046

Korsel Bantu DKI Buat Masterplan Giant Sea Wall

Korsel Siap Bantu DKI Bangun Tanggul Raksasa

Rabu, 17 September 2014 7382

Kunjungi Tiongkok, Djarot Akan Promosikan Wisata Kepulauan

Ke Tiongkok, Djarot Bakal Promosikan Wisata Kepulauan Seribu

Kamis, 23 April 2015 4907

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9252

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3223

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3643

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1937

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1509

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks