Basuki Terus Galakkan Normalisasi Sungai

Rabu, 27 Mei 2015 Reporter: Folmer Editor: Erikyanri Maulana 5711

Basuki Siapkan Jurus Atasi Banjir dan Kemacetan di Ibukota

(Foto: Reza Hapiz)

Masalah banjir dan kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemprov DKI Jakarta. Sejumlah program penanganan kedua masalah itu pun saat ini tengah dijalankan. Yakni, dengan terus melakukan normalisasi sungai maupun saluran untuk mengatasi banjir serta terus menambah moda transportasi massal berbasis rel maupun bus.

Warga selama ini tinggal di bantaran kali dipindahkan ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa)

"Kami akan menertibkan bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran kali Ciliwung. Warga selama ini tinggal di bantaran kali dipindahkan ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa)," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta di hadapan peserta seminar Water Sanitation and City Forum and Exhibition 2015 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (27/5). Turut hadir pula dalam kegiatan itu, Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Dikatakan Basuki, normalisasi disertai penertiban ribuan bangunan liar di sepanjang bantaran sungai Ciliwung akan berdampak dari Gunung Sahari sampai Pasar Ikan. Nantinya, akan ada jalan inspeksi di kiri dan kanan sungai sepanjang 5,6 kilometer. "‎Di Jakarta tidak ada pilihan, kami akan terus menggusur‎ untuk normalisasi sungai agar kita punya jalan inspeksi yang menambah rasio jalan," katanya.

Basuki juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang telah membantu Pemprov DKI Jakarta, menghibahkan lahan milik pemerintah pusat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. "‎Terimakasih Pak Wapres dan Pak Presiden yang menghibahkan tanah di Kemayoran seluas 11,5 hektar untuk dibangun Rusunawa‎. Nanti setelah Asian Games berakhir, kami akan membangun rusunawa terpadu," ucapnya.

Selain penanganan banjir, lanjut Basuki, pihaknya juga telah menyiapkan rencana dalam mengatasi kemacetan di ibu kota diantaranya dengan penerapan sistem Electronic Road Pricing (ERP), penyediaan bus Transjakarta dan moda transportasi kereta api ringan model layang di Jakarta. "Kami menyiapkan tujuh koridor LRT yang diperkirakan rampung pada 2019. Moda transportasi berbasis rel kereta ini mirip seperti di Chicago, tapi punya kita lebih halus, mulus, karena lebih kecil. Teknologinya lebih canggih," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan tambahan armada bus Transjakrta merek Scania asal Swedia. Rencananya, puluhan bus tersebut tiba di ibu kota pada Juli mendatang.

BERITA TERKAIT
Ratusan Gubuk Liar Sepanjang KBB Jati Pulo Ditertibkan

Ratusan Gubuk Liar di Pinggir KBB Dibongkar

Selasa, 26 Mei 2015 4053

Djarot Pastikan Tak Akan Sengsarakan Warga Bantaran Ciliwung

Djarot: Relokasi Tidak untuk Sengsarakan Rakyat

Jumat, 22 Mei 2015 5292

Basuki : Pusat Siap Bantu DKI Bangun LRT

Ahok Berharap Pusat Bantu Pembangunan LRT

Jumat, 15 Mei 2015 5348

 Basuki Minta Anak - Anak Tidak Diajak Demo

Basuki: Jangan Peralat Anak-anak Ikut Demo

Senin, 25 Mei 2015 6942

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9245

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3213

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3634

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1930

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1496

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks