5 Remaja Korban Sindikat Penipuan Tenaga Kerja Diamankan

Rabu, 29 April 2015 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 6411

5 Remaja Korban Sindikat Penipuan Tenaga Kerja Diamankan

(Foto: Nurito)

Selain berhasil mengamankan pelaku mesum dalam razia rumah kos yang digelar di Jakarta Timur, Selasa (28/4) malam, petugas juga menemukan korban penipuan penyaluran tenaga kerja. Para korban penipuan yang berjumlah lima orang ini baru saja lulus bangku SMK dan berasal dari Tegal, Jawa Tengah.

Kelima pelajar ini menjadi korban penipuan sindikat penipuan tenaga kerja. Namun kita gagalkan saat mereka terjaring razia, kasihan mereka dari kampung dimintai uang Rp 1,5 juta oleh pelaku yang sudah buron

Kelima korban yaitu Rafi (20), Supriadi (19), Raisa (19), dan Diyah Ayu (19) asal SMKN 3 Warureja Kabupaten Tegal serta Nova Aji (19) lulusan SMKN 1 Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Informasi yang berhasil dihimpun, kelima remaja itu diajak seorang wanita bernama Ira (45). Mereka dijanjikan bisa diterima kerja di PT Yamaha asalkan mau membayar uang pelicin sebesar Rp 1,5 juta per orang. Kemudian ada biaya tambahan Rp 2 juta yang dibayar secara dicicil jika sudah bekerja selama 3 bulan. Setelah sepakat, mereka berangkat dari kampung halamannya menggunakan Bus Dewi Sri menuju sebuah rumah kos berkedok Warung Bakso di Jl Raden Inten, Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun baru saja tiba di rumah kos tersebut sekitar 2 jam, mereka dikejutkan dengan kedatangan petugas yang sedang merazia kos-kosan, Selasa (28/4) malam.

Kepada petugas, Ira mengaku sebagai ibu dari dua korbannya. Namun belakangan diketahui dia seorang calo. Bahkan saat petugas sibuk mendata lima korban dan penghuni kos lainnya, wanita tersebut langsung melarikan diri.

"Saya diajak ibu Ira, katanya mau dimasukin kerja ke PT Yamaha. Tapi saya harus bayar Rp 1,5 juta dan ada biaya tambahan Rp 2 juta yang dibayar dicicil 3 bulan kalau sudah kerja. Saya juga tidak tahu kalau ini kos-kosan, tadi sih ngakunya ini rumah saudaranya bu Ira. Sekarang orangnya malah kabur dan handphone-nya tidak aktif lagi," ujar Diyah Ayu, salah satu korban.

Walikota Administrasi Jakarta Timur, Bambang Musyawardhana mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa kelima remaja tersebut. Saat ini, kelima remaja tersebut dititipkan di Panti Sosial Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Rencananya, mereka akan diantarkan pulang ke kampung halamannya masing-masing.

"Kelima pelajar ini menjadi korban sindikat penipuan tenaga kerja. Namun kita gagalkan saat mereka terjaring razia, kasihan mereka dari kampung dimintai uang Rp 1,5 juta oleh pelaku yang sudah buron. Kuitansi pembayarannya juga ada," ujar Bambang Musyawardhana, saat memimpin jalannya razia tersebut.

BERITA TERKAIT
Asyik Mesum di Kamar Kost, 4 Pasangan Terjaring Razia

Empat Pasangan Mesum Terjaring Razia

Rabu, 29 April 2015 13138

3 Pasangan Tidak Sah Terjaring Razia Rumah Kos

3 Pasangan Muda Mudi Terjaring Razia Rumah Kos

Selasa, 28 April 2015 5008

korupsi_ilustr.jpg

3 Penipu Pengurusan Dokumen Dicokok Polisi

Senin, 10 November 2014 3530

Para preman tersebut kami tangkap karena umumnya tidak memiliki kartu identitas seperti KTP

Calo Rusunawa Marunda Diciduk Polisi

Kamis, 09 Oktober 2014 6067

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 886

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 806

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1182

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 602

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1118

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks