3 Penipu Pengurusan Dokumen Dicokok Polisi

Senin, 10 November 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 3708

korupsi_ilustr.jpg

(Foto: doc)

Kepolisian Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, meringkus 3 orang penipu berkedok pengurusan dokumen pengeluaran barang impor dari penampungan Bea dan Cukai dengan harga murah.

Kita berharap masyarakat dapat mewaspadai dan tidak mudah percaya dengan iming-iming pengurusan dokumen murah

Penipuan tersebut melibatkan oknum Direktorat Audit Kantor Pusat Bea dan Cukai yang masih aktif berinisial AM (40) yang dibantu MK (50), seorang mantan PNS Bea Cukai Cabang Cirebon serta seorang sipil berisial SN (50).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hengki Haryadi, mengatakan, terungkapnya sindikat penipuan setelah ada laporan dari PT Panca Mitrajaya Pekasa (PMK) yang merasa dirugikan pada Kamis (16/10) lalu. Mereka melaporkan tindakan penipuan yang menyebabkan kerugian hingga Rp 850 juta.

"Para tersangka dengan kata-kata bohong dan bujuk rayu mengaku mampu mengurus barang korban dari penampungan. Dari yang seharusnya membayar Rp 3,2 miliar, mereka janjikan bisa mengeluarkan dengan biaya Rp 850 juta," ujarnya, Senin (10/11).

Kasus penipuan berawal ketika PT PMK mengimpor barang sekitar Oktober 2013 lalu. Selanjutnya, setelah satu bulan di dalam penampungan Bea Cukai, sesuai aturan truk mixer sebanyak 19 unit milik mereka dipindah ke lokasi penampungan yang dikelola PT Multi Sejahtera Abadi (MSA). Selama dalam penampungan hingga bulan Maret, PT PMK dikenakan biaya titip sebesar Rp 3,2 miliar.

Kemudian, sekitar akhir bulan Maret salah seorang tersangka berinisial MK menghubungi PT PMK dan mengaku bisa membantu pengurusan dengan harga lebih murah. Selanjutnya ketiga tersangka bertemu dengan pihak PT PMK dan menyepakati harga pengeluaran barang. Dalam menjalankan aksinya, para tersangka mengenakan seragam dinas untuk meyakinkan korban.

"Korban mentransfer uang dua kali, Rp 700 juta dan Rp 150 juta. Namun, sampai sekarang barang tidak keluar dan para tersangka ternyata tidak pernah melakukan pengurusan," ujar Hengki.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal belapis, yakni pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 3 UU RI no 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun dengan dengan denda Rp 10 miliar.

"Kami masih lakukan penyelidikan kemungkinan adanya jaringan mereka atau sindikat serupa yang belum terungkap. Kita berharap masyarakat dapat mewaspadai dan tidak mudah percaya dengan iming-iming pengurusan dokumen murah," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Para preman tersebut kami tangkap karena umumnya tidak memiliki kartu identitas seperti KTP

Calo Rusunawa Marunda Diciduk Polisi

Kamis, 09 Oktober 2014 6432

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7100

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4791

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1807

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2448

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 975

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks