Pembangunan Gedung Pelatihan Perajin Tempe Terkendala

Rabu, 22 Oktober 2014 Reporter: Devi Lusianawati Editor: Dunih 5293

perajin tempe ilustrasi

(Foto: doc)

Upaya Pemprov DKI memberdayakan keberadaan perajin tahu tempe di Jalan HM Asenie RW 11, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, dengan membuatkan gedung pelatihan senilai Rp 28 miliar di kawasan tersebut masih terkendala. Sebab, Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Primkopti) yang membawahi perajin menolak lahannya dibeli untuk pembangunan gedung tersebut.

Masalah kami di sana (status lahan). Kami berharap agar pihak Primkopti bersedia untuk menjual tanah tersebut kepada kami

Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Haris Pindratno mengatakan, pihaknya siap membantu Primkopti dalam pembangunan gedung pelatihan. Namun, lahan yang akan dibangun harus dijual terlebih dulu ke Pemprov DKI. Barulah kemudian Pemprov DKI membangun gedung empat lantai untuk pelatihan perajin setempat.

Karena itu, Dinas Perindustrian dan Energi Pemprov DKI Jakarta, selaku pihak yang diberikan kuasa oleh Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus berkonsultasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) dan Biro Hukum DKI Jakarta untuk membahas masalah tersebut.

"Sampai sekarang kami masih konsultasikan ini kepada BPKD karena menggunakan APBD dan dikonsultasikan juga ke Biro Hukum, agar nantinya jelas tidak ada masalah," ujarnya, Rabu (22/10).

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Primkopti untuk bersedia menjual tanah yang sebelumnya disiapkan untuk pembangunan gedung pelatihan tersebut kepada Pemprov DKI. Sehingga status kepemilikan gedung pelatihan itu jelas dan menjadi aset Pemprov DKI.

"Masalah kami di sana (status lahan). Kami berharap agar pihak Primkopti bersedia untuk menjual tanah tersebut kepada kami," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Primkopti, Suharto mengaku, pihaknya tidak bersedia menjual tanah tersebut lantaran tanah seluas 3.400 meter persegi tersebut merupakan aset Primkopti. Menurutnya, saat pertemuan dengan Gubernur DKI, Juni lalu justru tidak mempermasalahkan soal tanah tersebut.

"Waktu pertemuan kemarin Pak Ahok, tidak dipermasalahkan soal tanah tersebut kok," jelasnya.

 

BERITA TERKAIT
sampah_semanan_moan.jpg

TPS Primkopti Semanan Rusak Parah

Kamis, 27 Maret 2014 3727

Pelaku Usaha Diminta Lebih Inovatif Hadapi MEA

Pelaku Usaha Diminta Lebih Inovatif Hadapi MEA

Kamis, 16 Oktober 2014 9359

Syarat koperasi penerima dana bergulir ini adalah harus sehat dan lulus verifikasi dari UPDB. Misaln

Dinas KUMKMP Gulirkan Dana Bantuan Rp 1,051 M

Rabu, 24 September 2014 5114

Realisasi Nilai Eksport Jaktim Turun 40 Persen

Nilai Ekspor Produk Jaktim Turun 40 Persen

Kamis, 09 Oktober 2014 3642

pemberian-bantuan-kepada-pedagang-pasar.jpg

70 Pedagang Pasar Tradisional Terima Bantuan

Senin, 20 Oktober 2014 5599

BERITA POPULER
Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1505

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 879

Personel Gabungan Lakukan Pelebaran Jalan di Kelapa Dua Wetan

Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

Kamis, 01 Oktober 2026 847

895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1472

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1470

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks