44 Operator Sudah Relokasi Utilitas di Lokasi SJUT

Rabu, 25 Mei 2022 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 4610

Operator Jaringan Mulai Relokasi Utilitas di Tujuan Ruas Jalan Lokasi SJUT

(Foto: Istimewa)

Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat progres mitigasi utilitas eksisting ke dalam Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di tujuh ruas jalan di Jakarta Selatan telah mencapai 26,39 persen.

Kita akan menata Jakarta lima tahun ke depan menjadi kota yang maju

Berdasarkan survei pengukuran lapangan per April 2022, terdapat 169 pemilik utilitas atau operator di tujuh ruas jalan tersebut (terdapat operator yang sama pada ruas jalan yang berbeda).

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, 44 operator sudah merelokasi utilitasnya ke dalam SJUT pada tujuh ruas jalan pasca penertiban jaringan utilitas di ruas Jalan Mampang Prapatan Raya, Kamis (7/4) lalu.

“Pemutusan kabel di Jalan Mampang Prapatan waktu itu ampuh. Begitu dilakukan pemotongan, operator yang melakukan review maupun penandatanganan Berita Acara Kerja Sama (BAK) bertambah,” ujarnya, Rabu (25/5).

Hari menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan kelonggaran batas waktu kepada pihak operator untuk melakukan negosiasi dan kesepakatan dengan BUMD penanggung jawab SJUT yang dalam hal ini PT Jakpro. Setelah mencapai kesepakatan, operator wajib merelokasi jaringan utilitasnya.

Terhitung sudah ada 57 operator yang menandatangani BAK pada tujuh ruas jalan dan diberikan waktu kurang lebih dua minggu agar segera merelokasi utilitas ke dalam SJUT.

“Kalau sudah tanda tangan BAK, operator wajib merelokasi utilitasnya ke SJUT. Kalau ada operator yang tidak berkenan langsung kita potong,” ucap Hari.

Ia menyampaikan, pihaknya juga telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan para operator membahas tarif dan model bisnis. Para operator diharapkan dapat lebih tertib secara administrasi dan langsung merelokasi utilitasnya di semua jalan lokasi SJUT di Jakarta.

“Tarif B2B antara operator dengan BUMD dan Pemprov DKI Jakarta hanya ambang atas dan bawah. Contoh sekarang tarifnya Rp 15 ribu per meter per tahun. Kita akan menentukan ambang atas dan bawah tarifnya berapa," terangnya.

Hari menambahkan, penataan ruang melalui SJUT memperindah tata kota dengan menata jaringan utilitas ke dalam SJUT. Selain itu juga untuk mempermudah monitoring sekaligus pemeliharaan jaringan utilitas dari para pemilik jaringan. Termasuk menjadi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita akan menata Jakarta lima tahun ke depan menjadi kota yang maju sehingga bersih dari kabel udara," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pembangunan SJUT di Jalan Mampang Prapatan dan Jalan Cikajang Rampung

Pembangunan SJUT di Jalan Mampang Prapatan dan Jalan Cikajang Rampung

Jumat, 04 Juni 2021 3207

Kadis Bina Marga Potong Kabel Udara di Jalan Mampang Prapatan Raya

Dinas Bina Marga Tertibkan Kabel Udara di Mampang Prapatan

Kamis, 07 April 2022 6977

Dinas Bina Marga Bangun 565 PJU di Lokasi Pekerjaan SJUT

Dinas Bina Marga Bangun 565 PJU di Lokasi Pekerjaan SJUT

Sabtu, 19 Maret 2022 2281

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2288

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2215

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1685

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 945

Transjakarta Open Top Tour of Jakarta doc

Transjakarta Bikin Wisata Lebaran Hemat Berkelas Dunia Lewat Program ‘Mudik ke Jakarta’

Kamis, 19 Maret 2026 753

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks