Djarot Harap Keluarga Korban Mei 1998 Tidak Trauma

Rabu, 22 April 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 4306

Jangan Bangkitkan Trauma Keluarga Korban

(Foto: Yopie Oscar)

Komnas Perempuan bersama dengan Pemprov DKI Jakarta membangun Monumen Mei 1998. Rencananya peresmian monumen yang dibangun di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, itu akan dilakukan pada 13 Mei mendatang. Namun, diharapkan pembangunan monumen ini tidak akan membangkitkan trauma keluarga korban.

Monumen ini bagus, tapi jangan sampai membangkitkan trauma keluarga korban

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat memuji, pembangunan monumen ini. Terlebih tujuan pembangunan adalah untuk mengingatkan kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang. "Monumen ini bagus, tapi jangan sampai membangkitkan trauma keluarga korban," ujar Djarot, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (22/4).

Dia menceritakan di Blitar ada Monumen PETA yang dibangun untuk memperingati kejadian bersejarah tahun 1945. Di mana saat itu Blitar merupakan pusat terjadinya pemberontakan tentara PETA melawan tentara Jepang. Namun, dalam monumen tersebut dipasang foto-foto korban. Hal itu justru menimbulkan trauma pada keluarga korban karena terus melihat fotonya.

"Jangan ada foto-foto yang dipasang di situ. Nanti justru akan membuka luka lama keluarga korban. Karena kan kita tujuannya adalah bagaimana bisa menghilangkan trauma itu," pintanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yunianti Chuzaifah mengatakan, monumen tidak akan memasang foto-foto kejadian atau korban. Melainkan hanya berupa simbol, yakni sebuah tangan yang sedang menjahit kain sobek. "Arti dari simbol itu adalah menjahit harapan," kata Yunianti.

Dikatakan Yunianti, pihaknya juga tengah berjuang untuk menghilangkan stigma bahwa korban kebakaran pada kerusuhan Mei 1998 itu bukan penjarah. "Yang penting kami ingin menghilangkan stigmatisasi kepada korban bahwa mereka adalah bukan penjarah, karena itu yang paling penting bagi orang tua korban," ucapnya.

Pembangunan monumen setinggi dua meter itu, menghabiskan dana sebesar Rp 90 juta. Dana tersebut didapat dari sumbangan berbagai pihak yang turut membantu. Pemilihan lokasi di TPU Pondok Rangon didasari adanya 113 makam korban dimakamkan di tempat tersebut. Korban yang rata-rata tidak diketahui identitasnya itu meninggal setelah terjadinya kebakaran di Mal Klender, Jakarta Timur.

BERITA TERKAIT
ahok peletakan batu pertama

Basuki Hadiri Peletakan Batu Pertama Prasasti Mei 98

Minggu, 18 Mei 2014 5964

ahok_plenary_wahyu.jpg

Basuki Minta Presiden Terpilih Usut Tuntas Tragedi Mei 98

Minggu, 18 Mei 2014 5994

Djarot Dorong Perempuan Terjun ke Politik

Djarot Dorong Perempuan Terjun ke Politik

Selasa, 21 April 2015 4216

 Djarot Usul, Kedaulatan Laut Dibahas di KAA

Djarot Berharap Kedaulatan Laut Dibahas dalam KAA

Selasa, 21 April 2015 4206

Djarot Puji Lalin Lancar Saat KAA

Djarot Puji Rekayasa Lalin saat KAA

Senin, 20 April 2015 3779

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2962

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1360

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 522

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1293

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1102

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks