Petugas PPSU Kelurahan Galur Olah Kulit Bawang Putih Jadi Pupuk Tanaman

Sabtu, 08 Januari 2022 Reporter: Anita Karyati Editor: Erikyanri Maulana 3105

kompos ppsu

(Foto: Anita Karyati)

Kreativitas ditunjukkan oleh para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat. Ya, di sela-sela rutinitasnya, para pasukan oranye ini berhasil mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman. Proses pengolahan tersebut dilakukan di bank sampah kantor Kelurahan Galur.

Kami melakukannya tanpa bahan kimia, jadi prosesnya cukup lama mulai dari pencucian, penjemuran, lalu dilakukan fermentasi

Lurah Galur, Atik Kusmiati mengatakan, petugas PPSU di kelurahannya aktif menjalankan aktivitas bank sampah. Sampah tersebut dikumpulkan dari hasil menyapu jalan berupa sampah non organik seperti botol plastik dan sampah organik seperti daun, buah busuk, hingga kulit bawang putih.

"Tentu saya sangat mendukung kegiatan positif oleh para petugas PPSU ini," ujar Atik, Sabtu (8/1).

Menurutnya, lokasi kantor kelurahan yang berdekatan dengan Pasar Gembrong sangat memudahkan para petugas PPSU mendapatkan sampah organik seperti sisa buah-buahan, daun kering, maupun sayur mayur di mana salah satunya ada kulit bawang putih. Sehari petugas bisa mendapatkan tiga hingga empat karung kulit bawang putih atau sebanyak lima kilogram.

"Sebelumnya para petugas PPSU ini sudah mendapatkan pelatihan bagaimana cara mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman. Karenanya mereka berinisiatif mengolah limbah sampah tersebut untuk dijadikan pupuk tanaman. Dengan demikian kegiatan mereka juga sekaligus membantu mengurangi sampah organik yang diangkut oleh Sudin LH Jakarta Pusat," jelasnya.

Razali (35), salah satu petugas PPSU yang biasa mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman menuturkan, kegiatan tersebut mulai dilakukan sejak tahun 2019 dan semakin aktif saat pandemi COVID-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir ini. Untuk bisa menjadi pupuk tanaman, sambung Razali, ia dan kawan-kawannya harus mengumpulkan kulit bawang putih dan menunggu dua sampai tiga bulan. Setelah itu baru bisa dijadikan sebagai pupuk tanaman.

"Kami melakukannya tanpa bahan kimia, jadi prosesnya cukup lama mulai dari pencucian, penjemuran, lalu dilakukan fermentasi. Kulit bawang putih juga kita pisahkan dari batangnya lalu kita giling agar menjadi serpihan," katnya.

Ditambahkan Razali, dalam waktu tiga bulan, ia dan kawan-kawannya bisa menghasilkan hingga lima kilogram pupuk tanaman yang berasal dari kulit bawang putih.

"Pupuk kami gunakan untuk tanaman yang ada di kantor kelurahan dan vertikan garden. Kami juga membagikannya ke warga yang membutuhkan untuk menyuburkan tanaman di perkarangan rumahnya," tandas Razali.

BERITA TERKAIT
 33 PPSU Dikerahkan Bersihkan Sampah di KBT

33 PPSU Dikerahkan Bersihkan Sampah di KBT

Sabtu, 01 Januari 2022 3564

Seko Jakbar Resmikan Rumah Komposting dan Eco Enzyme di KBS

Rumah Kompos Kota Bambu Selatan Diresmikan

Selasa, 19 Oktober 2021 1769

RPTRA Mustika Kramat Jati Manfaatkan Daun Bawang untuk Pupuk

Poktan Mustika Kramat Jati Manfaatkan Daun Bawang untuk Pupuk

Kamis, 25 November 2021 4260

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7152

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4839

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2520

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2552

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1222

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks