Petugas PPSU Kelurahan Galur Olah Kulit Bawang Putih Jadi Pupuk Tanaman

Sabtu, 08 Januari 2022 Reporter: Anita Karyati Editor: Erikyanri Maulana 2947

kompos ppsu

(Foto: Anita Karyati)

Kreativitas ditunjukkan oleh para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat. Ya, di sela-sela rutinitasnya, para pasukan oranye ini berhasil mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman. Proses pengolahan tersebut dilakukan di bank sampah kantor Kelurahan Galur.

Kami melakukannya tanpa bahan kimia, jadi prosesnya cukup lama mulai dari pencucian, penjemuran, lalu dilakukan fermentasi

Lurah Galur, Atik Kusmiati mengatakan, petugas PPSU di kelurahannya aktif menjalankan aktivitas bank sampah. Sampah tersebut dikumpulkan dari hasil menyapu jalan berupa sampah non organik seperti botol plastik dan sampah organik seperti daun, buah busuk, hingga kulit bawang putih.

"Tentu saya sangat mendukung kegiatan positif oleh para petugas PPSU ini," ujar Atik, Sabtu (8/1).

Menurutnya, lokasi kantor kelurahan yang berdekatan dengan Pasar Gembrong sangat memudahkan para petugas PPSU mendapatkan sampah organik seperti sisa buah-buahan, daun kering, maupun sayur mayur di mana salah satunya ada kulit bawang putih. Sehari petugas bisa mendapatkan tiga hingga empat karung kulit bawang putih atau sebanyak lima kilogram.

"Sebelumnya para petugas PPSU ini sudah mendapatkan pelatihan bagaimana cara mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman. Karenanya mereka berinisiatif mengolah limbah sampah tersebut untuk dijadikan pupuk tanaman. Dengan demikian kegiatan mereka juga sekaligus membantu mengurangi sampah organik yang diangkut oleh Sudin LH Jakarta Pusat," jelasnya.

Razali (35), salah satu petugas PPSU yang biasa mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman menuturkan, kegiatan tersebut mulai dilakukan sejak tahun 2019 dan semakin aktif saat pandemi COVID-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir ini. Untuk bisa menjadi pupuk tanaman, sambung Razali, ia dan kawan-kawannya harus mengumpulkan kulit bawang putih dan menunggu dua sampai tiga bulan. Setelah itu baru bisa dijadikan sebagai pupuk tanaman.

"Kami melakukannya tanpa bahan kimia, jadi prosesnya cukup lama mulai dari pencucian, penjemuran, lalu dilakukan fermentasi. Kulit bawang putih juga kita pisahkan dari batangnya lalu kita giling agar menjadi serpihan," katnya.

Ditambahkan Razali, dalam waktu tiga bulan, ia dan kawan-kawannya bisa menghasilkan hingga lima kilogram pupuk tanaman yang berasal dari kulit bawang putih.

"Pupuk kami gunakan untuk tanaman yang ada di kantor kelurahan dan vertikan garden. Kami juga membagikannya ke warga yang membutuhkan untuk menyuburkan tanaman di perkarangan rumahnya," tandas Razali.

BERITA TERKAIT
 33 PPSU Dikerahkan Bersihkan Sampah di KBT

33 PPSU Dikerahkan Bersihkan Sampah di KBT

Sabtu, 01 Januari 2022 3432

Seko Jakbar Resmikan Rumah Komposting dan Eco Enzyme di KBS

Rumah Kompos Kota Bambu Selatan Diresmikan

Selasa, 19 Oktober 2021 1692

RPTRA Mustika Kramat Jati Manfaatkan Daun Bawang untuk Pupuk

Poktan Mustika Kramat Jati Manfaatkan Daun Bawang untuk Pupuk

Kamis, 25 November 2021 4053

BERITA POPULER
Perlintasan kereta dok 1

Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

Kamis, 16 Juli 2026 2089

IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 964

Reza dan Nadya Siap Promosikan Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Seribu

Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

Minggu, 19 Juli 2026 977

Kebakaran pondok bambu

Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

Senin, 20 Juli 2026 781

IMG 20260721 WA0104

Pemprov DKI Bidik Pasar Timur Tengah Melalui Seminar Pariwisata di Yordania

Rabu, 22 Juli 2026 473

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks