Petugas PPSU Kelurahan Galur Olah Kulit Bawang Putih Jadi Pupuk Tanaman

Sabtu, 08 Januari 2022 Reporter: Anita Karyati Editor: Erikyanri Maulana 3034

kompos ppsu

(Foto: Anita Karyati)

Kreativitas ditunjukkan oleh para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat. Ya, di sela-sela rutinitasnya, para pasukan oranye ini berhasil mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman. Proses pengolahan tersebut dilakukan di bank sampah kantor Kelurahan Galur.

Kami melakukannya tanpa bahan kimia, jadi prosesnya cukup lama mulai dari pencucian, penjemuran, lalu dilakukan fermentasi

Lurah Galur, Atik Kusmiati mengatakan, petugas PPSU di kelurahannya aktif menjalankan aktivitas bank sampah. Sampah tersebut dikumpulkan dari hasil menyapu jalan berupa sampah non organik seperti botol plastik dan sampah organik seperti daun, buah busuk, hingga kulit bawang putih.

"Tentu saya sangat mendukung kegiatan positif oleh para petugas PPSU ini," ujar Atik, Sabtu (8/1).

Menurutnya, lokasi kantor kelurahan yang berdekatan dengan Pasar Gembrong sangat memudahkan para petugas PPSU mendapatkan sampah organik seperti sisa buah-buahan, daun kering, maupun sayur mayur di mana salah satunya ada kulit bawang putih. Sehari petugas bisa mendapatkan tiga hingga empat karung kulit bawang putih atau sebanyak lima kilogram.

"Sebelumnya para petugas PPSU ini sudah mendapatkan pelatihan bagaimana cara mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman. Karenanya mereka berinisiatif mengolah limbah sampah tersebut untuk dijadikan pupuk tanaman. Dengan demikian kegiatan mereka juga sekaligus membantu mengurangi sampah organik yang diangkut oleh Sudin LH Jakarta Pusat," jelasnya.

Razali (35), salah satu petugas PPSU yang biasa mengolah kulit bawang putih menjadi pupuk tanaman menuturkan, kegiatan tersebut mulai dilakukan sejak tahun 2019 dan semakin aktif saat pandemi COVID-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir ini. Untuk bisa menjadi pupuk tanaman, sambung Razali, ia dan kawan-kawannya harus mengumpulkan kulit bawang putih dan menunggu dua sampai tiga bulan. Setelah itu baru bisa dijadikan sebagai pupuk tanaman.

"Kami melakukannya tanpa bahan kimia, jadi prosesnya cukup lama mulai dari pencucian, penjemuran, lalu dilakukan fermentasi. Kulit bawang putih juga kita pisahkan dari batangnya lalu kita giling agar menjadi serpihan," katnya.

Ditambahkan Razali, dalam waktu tiga bulan, ia dan kawan-kawannya bisa menghasilkan hingga lima kilogram pupuk tanaman yang berasal dari kulit bawang putih.

"Pupuk kami gunakan untuk tanaman yang ada di kantor kelurahan dan vertikan garden. Kami juga membagikannya ke warga yang membutuhkan untuk menyuburkan tanaman di perkarangan rumahnya," tandas Razali.

BERITA TERKAIT
 33 PPSU Dikerahkan Bersihkan Sampah di KBT

33 PPSU Dikerahkan Bersihkan Sampah di KBT

Sabtu, 01 Januari 2022 3484

Seko Jakbar Resmikan Rumah Komposting dan Eco Enzyme di KBS

Rumah Kompos Kota Bambu Selatan Diresmikan

Selasa, 19 Oktober 2021 1728

RPTRA Mustika Kramat Jati Manfaatkan Daun Bawang untuk Pupuk

Poktan Mustika Kramat Jati Manfaatkan Daun Bawang untuk Pupuk

Kamis, 25 November 2021 4155

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2961

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1354

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 522

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1293

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1102

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks