Angka Stunting di Jakarta Pusat Menurun

Selasa, 07 Desember 2021 Reporter: Anita Karyati Editor: Erikyanri Maulana 3160

Angka Stunting di Wilayah Jakpus Menurun Capai Tiga Persen

(Foto: Anita Karyati)

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat berhasil menurunkan angka stunting di wilayah tersebut dari tujuh persen di tahun 2020 menjadi tiga persen di tahun 2021. Penurunan ini berkat kerja sama semua unsur terkait untuk mencapai target nol angka stunting di Jakarta Pusat.

Penurunan menjadi tiga persen ini hasil usaha bersama yang bergerak secara kolaboratif

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, untuk mencapai target nol angka stunting pihaknya telah melakukan berbagai upaya mulai dari pemetaan, perencanaan, rembuk stunting, sinkronisasi progam, penetapan keputusan wali kota, membentuk kader pembangunan manusia, hingga hasil review kinerja kerja.

"Penurunan menjadi tiga persen ini hasil usaha bersama yang bergerak secara kolaboratif. Ini bisa menjadi motivasi kami untuk terus mencapai 100 persen tidak ada angka kasus stunting," ujar Dhany saat membuka aksi 8 penurunan stunting, di salah satu hotel di bilangan Kemayoran, Selasa (7/12).

Menurutnya, untuk mengatasi masalah stunting tidak hanya dari aspek kesehatan saja melainkan ada aspek lain seperti dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar rumah. Untuk aspek kesehatan misalnya, ada dua isu utama yaitu asupan gizi dan status kesehatan.

"Perlu kita ketahui asupan gizi ini program lintas sektor terkait ketahanan pangan. Untuk itu Sudin KPKP juga bisa masuk di sini, apakah stunting ini karena kekurangan gizi atau karena kondisi penyakit yang membuat tubuh tidak bisa menyerap gizi dengan baik. Maka kita perlu perhatikan pelayanan dan akses kesehatan untuk ditingkatkan guna mendukung pemenuhan gizi," jelasnya.

Selain itu, sambung Dhany, kasus stunting ini juga masuk dalam aspek perlindungan perempuan dan sosial. Salah satunya psikis ibu ketika mengandung, kondisi ini akan mempengaruhi kesehatan anak dan aspek sosial ekonomi dalam keluarga juga mempengaruhi. Maka kondisi ini bisa dimasukkan ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dari Sudin Sosial.

"Dalam lingkungan keluarga kita perlu memperhatikan saat ibunya mengandung, karena jika ibunya mengalami tekanan psikis akan mempengaruhi kondisi anaknya. Aspek lingkungan sekitar rumah seperti pemanfaatan air bersih dan pembuangan limbahnya juga bisa mempengaruhi pertumbuhan anak. Jadi tidak hanya kesehatan yang bergerak, namun semua unsur terlibat dalam kasus ini," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Tangani Stunting, Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru Miliki Inovasi GALAKSI BIMA SAKTI

Puskesmas Kebayoran Baru Tangani Stunting dengan Program GALAKSI BIMA SAKTI

Minggu, 19 September 2021 5413

 16 Kelurahan di Jaktim Mendapatkan Bantuan 2 Ton Susu Balita

16 Kelurahan di Jaktim Dapat Bantuan Susu Balita

Kamis, 25 November 2021 3518

Puskesmas Kemayoran Adakan Kelas Ibu dan Balita

Pukesmas Kemayoran Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Stunting

Jumat, 29 Oktober 2021 4134

BERITA POPULER
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3334

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1625

Pramono kunjungan ciangir rezap

Manfaatkan Sampah Organik, DKI Bakal Bangun Pusat Ketahanan Pangan di Ciangir

Jumat, 31 Juli 2026 1424

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 774

1785757954269

Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 710

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks