Angka Stunting di Jakarta Pusat Menurun

Selasa, 07 Desember 2021 Reporter: Anita Karyati Editor: Erikyanri Maulana 3214

Angka Stunting di Wilayah Jakpus Menurun Capai Tiga Persen

(Foto: Anita Karyati)

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat berhasil menurunkan angka stunting di wilayah tersebut dari tujuh persen di tahun 2020 menjadi tiga persen di tahun 2021. Penurunan ini berkat kerja sama semua unsur terkait untuk mencapai target nol angka stunting di Jakarta Pusat.

Penurunan menjadi tiga persen ini hasil usaha bersama yang bergerak secara kolaboratif

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, untuk mencapai target nol angka stunting pihaknya telah melakukan berbagai upaya mulai dari pemetaan, perencanaan, rembuk stunting, sinkronisasi progam, penetapan keputusan wali kota, membentuk kader pembangunan manusia, hingga hasil review kinerja kerja.

"Penurunan menjadi tiga persen ini hasil usaha bersama yang bergerak secara kolaboratif. Ini bisa menjadi motivasi kami untuk terus mencapai 100 persen tidak ada angka kasus stunting," ujar Dhany saat membuka aksi 8 penurunan stunting, di salah satu hotel di bilangan Kemayoran, Selasa (7/12).

Menurutnya, untuk mengatasi masalah stunting tidak hanya dari aspek kesehatan saja melainkan ada aspek lain seperti dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar rumah. Untuk aspek kesehatan misalnya, ada dua isu utama yaitu asupan gizi dan status kesehatan.

"Perlu kita ketahui asupan gizi ini program lintas sektor terkait ketahanan pangan. Untuk itu Sudin KPKP juga bisa masuk di sini, apakah stunting ini karena kekurangan gizi atau karena kondisi penyakit yang membuat tubuh tidak bisa menyerap gizi dengan baik. Maka kita perlu perhatikan pelayanan dan akses kesehatan untuk ditingkatkan guna mendukung pemenuhan gizi," jelasnya.

Selain itu, sambung Dhany, kasus stunting ini juga masuk dalam aspek perlindungan perempuan dan sosial. Salah satunya psikis ibu ketika mengandung, kondisi ini akan mempengaruhi kesehatan anak dan aspek sosial ekonomi dalam keluarga juga mempengaruhi. Maka kondisi ini bisa dimasukkan ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dari Sudin Sosial.

"Dalam lingkungan keluarga kita perlu memperhatikan saat ibunya mengandung, karena jika ibunya mengalami tekanan psikis akan mempengaruhi kondisi anaknya. Aspek lingkungan sekitar rumah seperti pemanfaatan air bersih dan pembuangan limbahnya juga bisa mempengaruhi pertumbuhan anak. Jadi tidak hanya kesehatan yang bergerak, namun semua unsur terlibat dalam kasus ini," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Tangani Stunting, Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru Miliki Inovasi GALAKSI BIMA SAKTI

Puskesmas Kebayoran Baru Tangani Stunting dengan Program GALAKSI BIMA SAKTI

Minggu, 19 September 2021 5499

 16 Kelurahan di Jaktim Mendapatkan Bantuan 2 Ton Susu Balita

16 Kelurahan di Jaktim Dapat Bantuan Susu Balita

Kamis, 25 November 2021 3562

Puskesmas Kemayoran Adakan Kelas Ibu dan Balita

Pukesmas Kemayoran Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Stunting

Jumat, 29 Oktober 2021 4233

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3139

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1751

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 674

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1343

Dwi Rio Sambodo ketua pansus agraria ist

Pansus Reforma Agraria Matangkan Penyerahan Sertifikat Tanah Warga

Sabtu, 19 September 2026 568

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks