Antisipasi Banjir, Pemkot Jaktim Keruk 13 Waduk

Kamis, 16 September 2021 11:55 Nurito 2256

(Foto: Nurito - Beritajakarta.id)

Guna mengantisipasi terjadinya banjir atau genangan saat musim hujan, Pemkot Jaktim mengeruk 13 waduk, tiga saluran kali dan dua saluran penghubung (Phb). 

Selain 13 waduk, dua saluran penghubung (Phb) juga sedang kita keruk

Kasi Pemeliharaan Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur, Puryanto menuturkan, 13 waduk yang sedang dikeruk saat ini rinciannya adalah Waduk Side C (Kecamatan Cakung). Kemudian Waduk Ria Rio dan Waduk Bea Cukai (Pulogadung). Waduk Wira Jasa (Makasar), Waduk Pekayon (Pasar Rebo), Waduk Kaja (Ciracas).  

Selanjutnya di Kecamatan Cipayung adalah Waduk Pondok Ranggon, Waduk Mabes TNI, Waduk Tiu, Waduk Setu,  Waduk Munjul, Waduk Clangkap dan Waduk Giri Kencana.

"Selain 13 waduk, dua saluran penghubung (Phb) juga sedang kita keruk. Yaitu saluran Phb IKIP dan Phb Tegal Amba," kata Puryanto, Kamis (15/9).

Kemudian, kata Puryanto, ada empat titik pengerukan di tiga kali besar. Yakni di Kali Cakung Royal, Kali Ciliwung, titiknya mulai jembatan Kampung Melayu sampai  ke kawasan  jembatan Tong Tek Jl Jatinegara Barat. 

Selanjutnya Kali Cipinang, titiknya di dua lokasi. Yakni di samping Pool Taksi Blue Bird Kramat Jati dan samping SMAN 9 Kebon Pala Makasar.

Disebutkan, saat ini pihaknya memiliki  50 alat berat dari berbagai jenis dan ukuran untuk pengerukan tersebut. Ke 50 alat berat ini disebar ke 26 lokasi.  Di antaranya adalah untuk pengerukan 13 waduk, dua saluran Phb dan empat titik pengerukan di tiga kali besar. Lokasi lainnya alat berat ada di tiga gudang untuk membantu pemindahan atau pengangkutan material. Yakni gudang Rawa Bebek, Ujung Menteng dan gudang Pondok Bambu.

Selain itu untuk pembuatan crossing atau sodetan di Waduk Side C JGC, saluran air di wilayah Lubang Buaya, saluran air di  Jl Rambutan Pasar Rebo dan saluran air di Jl Sarbini Kecamatan Makasar.

Untuk membantu percepatan pengerukan, jelas Puryanto, pihaknya juga mengerahkan 93 unit dump truk yang disebar di 10 kecamatan. Selain itu sebagai operasional Satgas SDA di lapangan untuk pengerukan saluran Phb. Termasuk untuk membantu pengangkutan lumpur hasil pengerukan di waduk-waduk.