Serbuan Vaksin di Ponpes Al Hayah Layani 300 Warga

Sabtu, 11 September 2021 13:22 Nurito 508

(Foto: Nurito - Beritajakarta.id)

Serbuan vaksin di Yayasan Pondok Pesantren Al Hayah, Jl Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9), siap layani 300 warga. 

Saat ini capaian vaksinasi di Jakarta Timur mencapai 70 persen

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar bersama anggota Komisi E DPRD DKI, M. Thamrin, meninjau layanan vaksinasi hasil kolaborasi Pemprov DKI dengan Migas Hulu Jabar, Rumah Sehat Al Hayah, Yayasan Al Hayah Hayatuna dan Jakarta Amanah.

Menurut Anwar, giat di pondok pesantren ini sangat membantu percepatan capaian vaksinasi dalam upaya menciptakan herd immunity di masyarakat. 

Dia mengungkapkan, angka kasus COVID-19 di Jakarta Timur pada Jumat (10/9) kemarin, ada 56 kasus. Jumlah ini menurun signifikan dibanding 28 Juli lalu, yang angkanya mencapai 3.300 kasus per hari.

"Vaksinasi ini untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata Anwar.

Walau ada penurunan angka yang signifikan, tegas Anwar, namun warga diminta tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan yang belum vaksin diimbau untuk secepatnya vaksinasi. 

"Saat ini capaian vaksinasi di Jakarta Timur mencapai 70 persen," ungkapnya.

Ketua Pondok Pesantren Al Hayah, Ali Akhmadi menjelaskan, kuota yang disiapkan untuk vaksinasi ini ada 300 orang. Namun, jika ada warga yang masih membutuhkan vaksinasi lagi tetap dilayani. 

"Kita lakukan layanan vaksinasi hari ini dengan target 300 orang untuk masyarakat umum. Jika masih banyak yang datang, tetap kita layani," ucap Ali.

Anggota Komisi E DPRD DKI, Muhammad Thamrin, mengapresiasi kolaborasi Pemprov DKI dengan para ulama dan yayasan pondok pesantren, masjid atau sarana ibadah lainnya dalam memberikan layanan vaksinasi kepada warga. 

"Para ulama sudah vaksin terlebih dulu, untuk menjadi contoh bagi warga," kata Thamrin.

Lurah Cililitan, Agung Budi Santoso menambahkan, untuk mendukung layanan vaksinasi ini, pihaknya mengerahkan tiga pengelola RPTRA dan empat anggota kader TP PKK untuk bantu input data. 

"Untuk mendukung layanan vaksinasi ini kita kerahkan pengelola RPTRA dan kader TP PKK. Sedangkan tenaga kesehatan seluruhnya dari pihak kolaborator," pungkas Agung.