1.536 Bibit Sayur Mayur Ditanam di Wali Kota Farm Jaktim

Jumat, 04 Juni 2021 11:11 Reporter : Nurito Editor : Budhy Tristanto 721

(Foto: Nurito - Beritajakarta.id)

Sebanyak 1.536 bibit sayur mayur jenis bayam merah, sawi dan tanaman lidah buaya ditanam di Green House Kantor Wali Kota Jakarta Timur Farm, Jumat (4/6). Penanaman ini menjadi bagian dari Kegiatan Tanam Serentak se-Jakarta dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus Peresmian Akademi Urban Farming.

Hari ini kita serentak menanam bersama dan launching Akademi Urban Farming 

Penanaman sayur mayur jenis sawi, bayam merah dan lidah buaya ini dilakukan Ketua TP PKK, Diah Anwar, didampingi Kasudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Yuli Absari, Kabag Perekonomian Yeni Asnita dan sejumlah anggota TP PKK Kota Jakarta Timur.

Usai menanam di Green House, Diah Anwar dan jajarannya juga menanam 500 bibit pakcoy di lahan pertanian perkotaan seluas 300 meter di halaman kantor wali kota.

Menurut Diah Anwar, lahan wali kota farm berukuran 10x5 meter persegi ini merupakan bantuan CSR dari Baznas Bazis DKI Jakarta. Di lahan ini tersedia 1.536 lubang tanam hidroponik dengan media pipa.

"Hari ini kita serentak menanam bersama dan launching Akademi Urban Farming. Kegiatan tanam bersama di Jakarta Timur fokus utamanya di Green House Wali Kota Farm," kata Diah Anwar.

Diah mengatakan, program bercocok tanam di wilayah Jakarta Timur bukan hanya dilakukan para kader TP PKK, namun masyarakat umum juga banyak yang melakukan hal serupa, terutama saat pandemi COVID.  

Selain di area kantor wali kota, jelas Diah, program bercocok tanam bersama dalam menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta Timur juga dilakukan di 50 titik lokasi lain seperti di RPTRA Payung Tunas Teratai, BPP Ujung Menteng dan sejumlah titik lain. Total luas lahan yang digunakan untuk bercocok tanam di seluruh lokasi mencapai 3.994 meter persegi, dengan melibatkan sekitar 500 peserta.

"Kami harapkan ASN di lingkungan Pemkot Jakarta Timur termotivasi untuk belajar bercocok tanam, guna menciptakan ketahanan pangan sekaligus membuat lingkungan menjadi lebih hijau dan asri," pungkasnya.